Jembatan di Desa Jumput Sukosewu Rusak, Kendaraan Bertonase Besar Diimbau Tidak Melintas

Jembatan Jumput Sukosewu rusak
Personel BPBD Bojonegoro saat melakukan asesmen jembatan rusak di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, ditengarai akibat sering dilintasi dump truck.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Sebuah jembatan di Desa Jumput, RT 05 RW 02, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kerusakan pada Kamis (19/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kerusakan diduga akibat sering dilalui kendaraan bertonase besar, khususnya dump truck.

‎Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi, mengatakan pihaknya menerima laporan dari perangkat desa setempat terkait kondisi jembatan yang mengalami kerusakan.

‎“Setelah menerima informasi, personel langsung menuju lokasi untuk melakukan assessment. Tim berangkat pukul 14.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB,” kata Heru Wicaksi kepada Suarabanyuurip.com.

‎Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, jembatan yang rusak memiliki panjang 13 meter, lebar 3,5 meter, dan kedalaman sekitar 3 meter. Kerusakan diduga dipicu oleh intensitas kendaraan berat yang melintas di atasnya. BPBD Bojonegoro bersama unsur terkait langsung melakukan peninjauan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa.

‎Sebagai langkah awal, BPBD menyarankan agar Pemerintah Desa Jumput segera bersurat kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Bojonegoro dengan tembusan ke BPBD guna penanganan lebih lanjut.

‎“Untuk sementara jembatan masih bisa dilalui, namun sudah diberi alas sesek sebagai upaya darurat agar tetap bisa digunakan warga,” jelas Heru.

‎Assessment di lokasi melibatkan BPBD Bojonegoro, BPBD Jawa Timur, Pemerintah Desa setempat, serta Satpol PP Kecamatan Sukosewu.
‎BPBD mengimbau agar kendaraan bertonase besar sementara waktu tidak melintasi jembatan tersebut.

‎”Imbauan ini guna mencegah kerusakan yang lebih parah dan menghindari potensi risiko bagi pengguna jalan,” tandas Heru Wicaksi.(fin)

Pos terkait