Blora Promosikan Potensi ke Investor, dari Migas hingga Peternakan

FOTO ILUSTRASI : CPP Blok Gundih di Kabupaten Blora menjadi salah satu faktor IKLH.

SuaraBanyuurip.com – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, berpeluang besar menjadi pusat energi yang mendukung kawasan industri. Daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, ini memlliki sumber gas bumi potensial.

Sejumlah sumber gas bumi di Kabupaten Blora diantaranya Lapangan Gas Alas Dara Kemuning, lapangan Gas Gundih, dan beberapa lapangan lainnya. Termasuk lapangan minyak.

“Kami promosikan potensi gas bumi yang besar ini kepada perusahaan-perusahaan di sektor migas. Blora punya peluang kuat untuk menjadi pusat energi yang mendukung kawasan industri,” tegas Bupati Blora, Arief Rohman saat mepaparkan pontensi investasi daerah strategis kepada para pelaku usaha nasional untuk memperkuat jejaring bisnis, di acara Business Meeting Kabupaten Blora 2025 bertema “Strategi Promosi Investasi Blora” yang digelar di Best Western Senayan, Jakarta, Selasa (10/12/2025) kemarin.

Selain migas, lanjut Bupati Arif, Kabupaten Blora memiliki potensi di sektor peternakan. Populasi sapi Blora merupakan yang terbesar di Jawa Tengah, sehingga peluang hilirisasi sangat besar.

”Kita ingin menciptakan hilirisasi produk daging sapi di Blora, agar nilai tambahnya dinikmati masyarakat dan memperkuat ekonomi lokal,” jelasnya.

Baca Juga :   Bupati Blora Jajaki Kerja Sama dengan Timor Leste

Di sektor pangan, Kabupaten Blora penghasil padi nomor 5 se-Jawa Tengah dan penghasil jagung nomor 2 se-Jawa Tengah. Cita-cita Blora kedepan ingin membangun pabrik pakan ternak di Blora.

“Potensi gabungan antara produksi jagung yang melimpah dan populasi sapi yang besar ini bisa d menjadi modal kuat bagi investor industri pakan ternak,” tegasnya.

Pemkab Blora bersama KADIN sekarang ini seeang merancang kawasan industri (KI) baru di wilayah Blora–Cepu. Kawasan ini dinilai strategis karena memiliki dukungan energi, aksesibilitas, dan kedekatan dengan wilayah industri Jawa Timur.

“Hampir 50 persen wilayah Blora adalah kawasan hutan, termasuk Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDPK). Wilayah Blora–Cepu sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan industri baru. Rencana ini akan kami konsultasikan dengan Kementerian Kehutanan,” tutur Bupati Arief.

Ditambahkan, realisasi investasi Kabupaten Blora pada Januari–September 2025 telah mencapai Rp 1,6 triliun. Investasi ini bersumber dari sektor industri makanan, tanaman pangan, perkebunan, pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga mineral logam.

“Business Meeting Kabupaten Blora 2025 menjadi langkah penting untuk memperkuat posisi Blora sebagai daerah ramah investasi, kompetitif, dan siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah,” pungkasnya.(red)

Pos terkait