SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, bahwa pengerjaan bronjong di wilayah Desa Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bukan proyek PU SDA.
”Jadi bronjong itu bukan proyeknya PU SDA. Saya konfirmasi ke pak camat itu kegiatannya BPBD,” kata Kepala Dinas (Kadin) PU SDA Bojonegoro, Helmy Elisabeth kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (12/09/2025).
Sementara Camat Ngambon, Ridwan Sayyadi menjelaskan, bahwa jalan yang longsor itu adalah jalan alternatif Bondol, Kecamatan Ngambon ke Desa Sendangrejo, Kecamatan Tambakrejo. Karena itu merupakan kegiatan kedaruratan maka tidak masuk dalam program dinas, baik PU SDA, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), maupun dinas lain.
Untuk menangani jalan yang longsor itu, lanjutnya, desa minta bantuan kepada BPBD. Maka BPBD dan BBWS membantu bronjong dan batu belah. Sedangkan alat beratnya minta bantuan PU SDA.
“Untuk tenaga kerja kasar dari Desa Bondol. Jadi PU SDA tidak mengerjakan bronjong tersebut. Dan Juga bukan proyeknya BPBD,” ujar Camat Ngambon, Ridwan Sayyadi meluruskan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi menyampaikan, bahwa pihaknya telah memberikan bantuan berupa material dalam penanganan tanah longsor di Desa Bondol tersebut.
Rinciannya, 300 Lembar Bronjong dan 240 M³ batu isian, sedangkan Dinas PU SDA 300 Lembar Bronjong, dan BBWS Bojonegoro 300 Lembar Bronjong. Jadi total bantuan yang diberikan sebanyak 900 Lembar Bronjong dan 240 M³ batu isian.
”BPBD tidak ada kewenangan untuk mengerjakan bentuk infrastruktur, yang bisa dilakukan hanya memberikan bantuan berupa material, Mas. Untuk PU SDA bantu material dan excavator,” imbuh Heru Wicakwi.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Desa (Pemdes) Bondol, Kecamatan Ngambon, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur minta pengerjaan proyek bronjong penahan longsor jalan poros Desa Bondol ke Desa Sendangrejo, Kecamatan Tambakrejo dan ke lahan pertanian untuk segera dituntaskan oleh dinas pekerjaan umum dan sumber daya air (PU SDA) setempat.
Utamanya pengurugan jalan agar ketika hujan turun air dari lahan pertanian sekitar tidak meluber ke titik bronjong tersebut yang berpotensi longsor lagi. Karena arus sungai di dekat bronjong tersebut cukup deras saat terjadi banjir.(sam)





