SuaraBanyuurip – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur bakal menambah sebanyak 5.000 keluarga penerima (KPM) program gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) di Perubahan APBD 2025. Saat ini rencana penambahan penerima program Gayatri tersebut masih proses verifikasi dan pengajuan surat keputusan (SK).
Kepala Bidang Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Fajar Dwi Nurrizki mengatakan, sebagian keluarga penerima manfaat sudah menerima bantuan paket program Gayatri, yakni sebanyak 400 KPM. Berupa ayam petelur siap produksi, kandang batrai, stok pakan, vitamin dan vaksin.
“Bantuan paket ayam petelur tersebut bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2025,” katanya, Kamis (18/9/2025).
Dari 400 KPM Gayatri di APBD induk yang sudah tersalurkan, seluruh ayam sudah mulai bertelur. Bahkan, di Desa Klino dan Desa/Kecamatan Sekar sudah pada puncak produksi.
“Karena masuk dalam tahapan pengiriman paket Gayatri paling awal dibanding dengan desa-desa lainnya,” ujar Fajar.
Dia melanjutkan, penerima progrm Gayatri juga akan ditambah di P-APBD 2025 sebanyak 5.000 KPM. Namun saat ini masih dalam proses verifikasi dan pengajuan SK.
“Masih proses verifikasi dan pengajuan SK,” jelasnya.
Berdasar data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bojonegoro sebelumnya, total terdapat sekitar 2.631 KPM program Gayatri yang tersebar di 419 desa di Bojonegoro. Anggarannya bersumber dari 10 persen alokasi dana desa (ADD) tahun 2025 ini.
Sehingga, jika ditambah dengan 5.400 KPM Gayatri bersumber dari APBD induk dan P APBD 2025, maka totalnya terdapat sekitar 8.031 KPM Gayatri. Jumlah tersebut belum termasuk KPM Gayatri yang bersumber dari Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan migas.(jk)





