SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dalam peringatan Hari Jantung Sedunia atau World Heart Day 2025, Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Setyo Wahono mengajak masyarakat menjalani pola hidup sehat sejak dini. Ajakan ini mengemuka saat Setyo Wahono dan Ketua TP PKK Cantika Wahono menghadiri acara peringatan World Heart Day 2025.
Hari Jantung Sedunia jatuh pada 29 September. RSUD Sosodoro Djatikoesoemo menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 1 Bojonegoro untuk memperingatinya. Perhelatan pada Kamis (25/9/2025), ini mengusung tema “Don’t Miss a Beat”.
RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pengampu Layanan Kanker, Jantung, Stroke, Uronefrologi dan Kesehatan Ibu-Anak (KJSU-KIA) oleh Kementerian Kesehatan. Penyakit jantung menempati 3 (tiga) besar kasus penyakit terbanyak di RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo baik di IGD, rawat jalan maupun rawat inap.
Pada tahun 2024 jumlah kunjungan kasus jantung di RSUD Dr.R.Sosodoro Djatikoesoemo sebanyak 30.323 orang, dari jumlah tersebut sekitar 20% merupakan pasien rujukan dari fasilitas kesehatan jejaring dari luar Kabupaten Bojonegoro.
Pada tahun 2025 ini terdapat peningkatan kunjungan kasus jantung yang cukup signifikan. Sampai dengan bulan Agustus tahun 2025, jumlah kunjungan kasus jantung sebanyak 22.073 orang dengan kasus baru sebanyak 4.546 orang.
Direktur RSUD Sosodoro Djatikoesomi, dr. Ani Puji Ningrum mengatakan, tujuan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai Rumah Sakit Pendidikan, memberikan edukasi pencegahan penyakit jantung pada masyarakat, khususnya siswa sekolah
“Untuk deteksi dini penyakit jantung pada kelompok usia muda, sasaran kegiatan ini ialah siswa – siswi SMA Negeri 1 Bojonegoro sebanyak 324 orang,” kata mantan Kepala Dinas Kesehatan ini dalam keterangan tertulis.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono berpesan kepada yang hadir untuk makan yang bergizi, aktif bergerak dan olahraga yang disukai, serta mengelola stres dengan kegiatan positif.
“Karena ada yang terkena sakit jantung di anak usia dini atau remaja sangat menjadi perhatian kita semua. Kita harus bisa mengelola waktu dengan baik dan pola hidup sehat yang baik,” pesannya.
Sementara Bupati Setyo Wahono mengapresiasi dan berterima kasih kepada RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo atas komitmen dan kepeduliannya terhadap kesehatan masyarakat di Bojonegoro dan juga SMA Negeri 1 Bojonegoro untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan penyakit sejak usia dini.
Bupati asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menegaskan, para siswa dan siswi adalah generasi unggul di kabupaten Bojonegoro. Generasi unggul tidak hanya pintar akan tetapi juga harus sehat. Oleh sebab itu, kegiatan ini dinilai sangat penting dan baik.
“Adik adik sebagai generasi unggul saya minta untuk menerapkan pola hidup yang sehat, menerapkan kebiasaan dan aktivitas yang sehat, dan istirahat tidur yang cukup, karena adik adiklah yang akan meneruskan kami,” ajaknya.
Mas Wahono, begitu disapa, menambahkan, kegiatan ini menjadi atensi bagi semua pihak, bahwa penting untuk memberikan pendidikan mengenai kesehatan sejak dini kepada generasi muda. Karena menurutnya percuma jika menjadi orang tua yang unggul dan baik namun anak didik malah menerapkan pola hidup yang tidak sehat.
“Oleh karena itu perlu untuk memperhatikan anak anak dan membiasakan hidup sehat karena semangat kita adalah membangun SDM yang unggul, dan SDM yang unggul di mulai dari hidup yang sehat, maka dari Pemerintah Presiden Prabowo mengharuskan ada cek kesehatan gratis,” tandasnya.(fin/adv)





