1.961 Penari Semaphore Bakal Meriahkan Hari Jadi Bojonegoro ke-348

Para penari saat mengikuti Lomba Seblak Sampur di Desa Sobontoro.
Para penari saat mengikuti Lomba Seblak Sampur yang digelar di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (11/10) lalu.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Tari Semaphore bakal meriahkan rangkaian Hari Jadi Bojonegoro (HJB) ke-348 yang jatuh pada 20 Oktober mendatang. Tarian tersebut bakal dibawakan oleh 1.961 Pramuka Bojonegoro, Jawa Timur.

“Usai upacara hari jadi ada hiburan tari kolosal, yakni Tari Oklik, Tari Wak Tangsil hingga Tari Semaphore dan lainnya,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Welly Fitrama.

Dia mengatakan, tarian tersebut memperagakan gerakan huruf Semaphore sambil diikuti sebuah lagu, yang nantinya bakal dibawakan 1.961 Pramuka Bojonegoro. Tari Semaphore menjadi salah satu rangkaian HJB ke-348.

Selain itu, juga akan ada Geopark Trail Run yakni, prosesi pengambilan api abadi yang nantinya dibawa ke pusat Pemerintahan Kabupaten Bojonegoro.

“Semula api abadi akan disemayamkan di Bakorwil Bojonegoro sebelum dibawa dan disemayamkan di Pendapa Malowopati Bojonegoro,” katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (14/10/2025).

Kepala Disbudpar Bojonegoro, Welly Fitrama.
Kepala Disbudpar Bojonegoro, Welly Fitrama.

‎Dijelaskan, sejumlah komunitas juga sudah mengawali untuk memeriahkan HJB ke-348, salah satunya Komunitas Rembug Budaya Malawapati FM. Komunitas tersebut telah menggelar Lomba Seblak Sampur atau Ibing Tayub Bojonegoro yang menjadi kegiatan pemanasan menuju puncak peringatan Hari Jadi Bojonegoro ke-348 yang jatuh pada 20 Oktober mendatang.

Baca Juga :   Bowo Berhasil Raih Juara Pertama Lomba Desain Logo Hari Jadi Bojonegoro

‎”Kegiatan yang menjadi penanda semangat masyarakat menjaga warisan budaya tersebut digelar di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, Sabtu (11/10) lalu,” jelasnya.

‎Lomba Seblak Sampur diharapkan bisa terus mengakar di masyarakat. Menjadi media ekspresi seni, mempererat hubungan antarseniman, juga menghidupkan ekonomi kreatif lokal.

‎Dia mengatakan, kegiatan Seblak Sampur Tayub Bojonegoro 2025 juga menjadi momentum memperingati Hari Jadi Bojonegoro ke-348 yang jatuh pada 20 Oktober tahun ini. Dengan tema Bersinergi untuk Bojonegoro Mandiri.

‎“Diharapkan tidak hanya menjadi hiburan rakyat, namun juga membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha mikro dan kreatif yang turut berpartisipasi,” terangnya.(jk/adv)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait