SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Hujan telah mengguyur wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, sejak beberapa hari terakhir. Namun krisis air bersih masih mendera sejumlah desa di kabupaten penghasil migas ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat, hingga Oktober 2025 terdapat 15 desa di 12 kecamatan masih dilanda kekeringan, meski sejumlah wilayah sudah diguyur hujan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Heru Wicaksi mengatakan wilayah terdampak kekeringan terus bertambah, namun tak separah tahun lalu.
“Sabtu kemarin kami masih melakukan distribusi air bersih di sejumlah kecamatan. Misalnya Kecamatan Sumberrejo, Sukosewu, Ngraho hingga Ngasem,” katanya, Minggu (19/10/2025).
Dia mengungkapkan, sebanyak 397 tangki yang telah disalurkan di 15 desa tersebar di 12 kecamatan. Diperkirakan jumlah desa terdampalk kekeringan masih terus bertambah karena musim kemarau masih belum selesai.
“Krisis air bersih di wilayah Bojonegoro masih terjadi, diperkirakan bakal meluas,” jelasnya.
Dia menambahkan, BPBD tahun ini telah menyiapkan 1.248 tangki air, dengan kapasitas 5.000 liter untuk mengatasi dampak musim kemarau.
“Tangki air itu untuk kebutuhan masyarakat di musim kemarau tahun ini,” tandasnya.(jk)






