SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Lumajang – Subholding Gas Pertamian, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus memperluas sosialisasi terkait pemanfaatan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Kali ini agenda itu dihelat di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Sosialisasi PGN bertujuan memastikan masyarakat memahami manfaat, tata cara penggunaan, serta aspek keamanan dari penggunaan gas bumi sebagai energi yang praktis untuk sehari-hari.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di sejumlah desa dan kelurahan yang dilalui oleh jalur pipa Jargas. Saat ini, pengelolaan pelanggan jargas di Lumajang mencapai 2.945 Sambungan Rumah (SR).
Sosialisasi ini menjadi krusial sejalan dengan pengembangan jargas yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), dan dilaksanakan atas penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) termasuk di wilayah Lumajang.
Melalui jargas, masyarakat dapat merasakan keunggulan utama yaitu, lebih praktis karena pasokan gas mengalir terus menerus 24/7 melalui pipa, sehingga tidak perlu mengganti atau membeli tabung.
Selain itu, jargas lebih aman karena gas bumi (Metana) lebih ringan dari udara sehingga jika terjadi kebocoran akan langsung mengurasi ke atas dan meminimalkan risiko ledakan. Pembakaran gas bumi juga lebih sempurna, sehingga lebih ramah lingkungan.
Area Head PGN Pasuruan, Mochammad Arif mengatakan, sosialisasi tentang keamanan dalam pemanfaatan gas merupakan kegiatan rutin PGN di setiap wilayah yang terpasang pipa jargas, Tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman tentang gas bumi.
“Wekaligus mengajak warga untuk bersama-sama menjaga asset dan fasilitas jaringan gas milik pemerintah,” kata Mocahmmad Arif dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Senin (27/10/2025).
Dijelaskan, bahwa para pelanggan tidak hanya mendapat penyuluhan tentang tata cara penggunaan jargas, tetapi juga mencakup edukasi aspek keamanan, termasuk cara mendeteksi kebocoran.
”Kami menyampaikan bagaimana mengenali kebocoran gas dan langkah tanggap darurat yang harus dilakukan, serta menyampaikan nomor layanan pengaduan PGN,” jelas Arif.
PGN juga menginformasikan perihal kemudahan catat meter mandiri yang dapat dilakukan oleh pelanggan melalui aplikasi PGN Mobile. Aplikasi ini tersedia di Playstore ataupun Appstore, yang disiapkan oleh PGN untuk memudahkan pelanggan dalam monitoring pemakaian gas.
Dalam realisasinya, pencatatan meter oleh petugas tetap dijalankan dengan kunjungan pelanggan setiap 3 bulan sekali untuk memastikan akurasi catat meter mandiri yang dilakukan pelanggan. Selain itu, pelanggan juga dapat melakukan catat meter mandiri melalui WhatsApp resmi PGN di nomor 081511500645.
PGN berkomitmen, sosialisasi jargas terus dilakukan secara intensif untuk menjamin masyarakat Lumajang dapat memanfaatkan energi baik gas bumi dengan maksimal dan aman.
”Komitmen ini juga sebagai wujud dukungan PGN terhadap upaya pemerintah dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya gas nasional untuk kesejahteraan masyarakat,” tandas pria yang pernah bertugas sebagai Area Head Bojonegoro ini.(fin/adv)





