SuaraBanyuurip.com – Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) membuka tiga titik posko untuk melayani keluhan dan pelaporan masyarakat. Posko ini untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kendala pada mesin kendaraan setelah pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa SPBU wilayah Bojonegoro dan Tuban.
Ketiga posko tersebut berada di SPBU 5462101 Jalan MT. Haryono, Kelurahan Jetak dan SPBU 5462106 Jalan Sawunggaling Kelurahan Ngrowo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, serta SPBU 5462305
Gg. Buntu No.10, Wire, Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Konsumen juga dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 (Call Center) agar dapat segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Posko tersebut menindaklanjuti peristiwa mogok massal motor warga Bojonegoro dan Tuban usai mengisi BBM Pertalit di sejumlah SPBU. Mogok massal itu ditengarai akibat BBM Pertalite bercampur air, sehingga mengakibatkan kendaraan brebet hingga mesinya mati.
“Bagi masyarakat yang mengalami kendala pada mesin kendaraannya usai mengisi Pertalite bisa mendatangi ketiga posko yang sudah kami sediakan,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi melalui keterangan tertulisnya yang diterima suarabanyuurip.com, Senin (27/10/2025) sore.
Ahad menyampaikan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mendapat aduan dari konsumen mengenai produk Pertalite yang terindikasi menimbulkan gangguan pada mesin kendaraan bermotor pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Menanggapi hal tersebut, Ahad menjelaskan, seluruh proses distribusi BBM telah dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk pemeriksaan mutu produk melalui pengujian laboratorium sebelum disalurkan kepada masyarakat.
“Prioritas utama kami adalah menjamin keamanan suplai serta mutu produk BBM yang diterima masyarakat sesuai dengan regulasi yang berlaku. Setiap tahapan distribusi dilakukan berdasarkan standar yang telah ditetapkan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga,” tegasnya.
Sebagai langkah tindak lanjut, Pertamina Patra Niaga akan melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan terhadap produk Pertalite yang berasal dari Fuel Terminal Tuban guna memastikan kualitas dan kesesuaian spesifikasi produk. Pertamina juga memastikan bahwa pasokan BBM ke seluruh SPBU tetap berjalan lancar sehingga kebutuhan energi masyarakat tidak terganggu.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak. Pertamina memastikan seluruh produk yang disalurkan telah melalui proses pengawasan ketat, mulai dari terminal pengirim hingga lembaga penyalur resmi, sebagai wujud komitmen kami dalam menghadirkan produk yang aman dan berkualitas bagi masyarakat,” tutup Ahad.
Peristiwa mogok massal kendaraan bermotor menjadi berkah bagi bengkel motor. Jumlah pelayanan servis motor meningkat dibanding hari biasanya.
“Sejak dua hari ini. Seharinya ada 15 an motor yang diservis di sini, dan keluhannya sama, brebet, nyendat-nyendat. Kata montirnya, ada masalah di BBM yang digunakan,” ujar Fitriyani admin bengkel Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Selasa (28/10/2025).(red)





