Ngampel dan Campurejo Harapkan PPM Segera Terealisasi, Pertamina Sukowati: Dalam Waktu Dekat

Kades Ngampel, Purwanto.
PENGHASIL MIGAS : Kades Ngampel, Kecamatan Kapas, Purwanto.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — Sebanyak dua desa penghasil minyak dan gas bumi (Migas) Sukowati di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengharapkan Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang telah direncanakan segera terealisasi. Kedua desa itu adalah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.

Desa Campurejo dan Ngampel merupakan desa pertama di Bojonegoro yang ditetapkan sebagai desa penghasil Migas. Di mana mulut sumur migas yang dioperatori oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Sukowati Field, Blok Tuban, berada di dua desa ini.

Pada Desa Campurejo terdapat kegiatan eksploitasi sumur minyak Pad A, sedangkan untuk Desa Ngampel merupakan lokasi eksploitasi sumur minyak Pad B.

Kepala Desa (Kades) Ngampel, Purwanto, mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Hulu Migas tersebut dapat segera memenuhi harapannya untuk merealisasikan PPM di wilayahnya. Sebab program tersebut sangat ditunggu manfaatnya bagi masyarakat yang ia pimpin.

Kades Campurejo, Edi Sampurno.
Kades Campurejo, Edi Sampurno berpose di dekat replika sumur minyak.(arifin jauhari)

Sepanjang yang ia ingat, terdapat tiga PPM di Ngampel. Yakni, Taman Trotoar, Pusat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan program pengentasan kemiskinan yang selaras dengan program Pemkab Bojonegoro, yaitu Gerakan Berternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri).

“Program PPM Pertamina Sukowati untuk tahun 2025 bagi Desa Ngampel ini kan komunikasinya sudah sejak tahun 2024 lalu, jadi tentu sangat kami harapkan dapat segera terealisasi,” kata kades yang menjabat periode pertama dalam masa jabatannya ini kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (10/7/2025).

Sebelumnya, Kades Campurejo, Edi Sampurno pun mengatakan hal senada. Ia menyarankan kepada Pertamina EP Sukowati Field agar melakukan sinkronisasi dari program yang sudah direncanakan semenjak 2024 lalu. Sehingga nantinya bisa berdampak kepada masyarakat Desa Campurejo.

“Kemarin ada dua program yang disepakati, yakni sekolah berbasis lingkungan dan pertanian organik,” tegasnya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (9/7/2025) kemarin.

Menanggapi harapan dua desa yang penetapannya sebagai desa penghasil Migas pada era pemerintahan almarhum Bupati Santoso itu, PT Pertamina EP Sukowati Field berkomitmen untuk terus memberikan kebermanfaatan kepada lingkungan sekitar.

Manager Sukowati Field, Arif Rahman Hakim.
Manager Sukowati Field, Arif Rahman Hakim.(arifin jauhari)

Manager Sukowati Field, Arif Rahman Hakim menyatakan, salah satu bentuk komitmen dari perusahaan adalah PPM yang berkelanjutan. Tahun ini pihaknya melaksanakan program di tiga desa wilayah operasi.

PPM di tiga desa dimaksud yakni Program Batik Kembang Sambiloto di Desa Sambiroto, Pertanian Organik Integrated Farming System di Desa Sambiroto dan Campurejo, Program Pengembangan UMKM, Sentra UMKM, serta Desa Berseri di Desa Ngampel, dan Program Sekolah Berbasis Lingkungan di Desa Campurejo.

“Selain itu, di tiga Desa wilayah operasi kami di Bojonegoro (Desa Ngampel, Desa Campurejo, dan Desa Sambiroto) juga akan ada program pengentasan kemiskinan melalui program ayam petelur bekerja sama dengan Pemerintah Bojonegoro,” bebernya.

“Program-program tersebut sudah berhasil kami realisasikan dan beberapa lagi masih persiapan dan pematangan konsep yang segera akan direalisasikan dalam waktu dekat ini,” lanjut pria santun ini.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *