SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Layanan pengaduan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) sudah ditutup, Senin (10/11/2025) kemarin. Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menerima 2.883 laporan kendaraan rusak usai mengisi bahan bakar minyak (BBM) Pertalite di sejumlah SPBU Jawa Timur.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, posko layanan pengaduan masyarakat di sejumlah SPBU Bojonegoro resmi ditutup.
“Setelah diperpanjang hingga Senin (10/11/2025) kemarin, posko layanan pengaduan ditutup,” kata Ahad sapaan akrabnya.
Namun, apabila ada masyarakat yang masih mengalami keluhan motor mogok disebabkan BBM Pertalite, masih bisa melakukan pengaduan di telepon 135. Atau bisa juga mendatangi SPBU terakhir tempat pengisian.
“Masih bisa menerima layanan, meski posko layanan ditutup,” jelasnya, Selasa (11/11/2025).
Dia mengungkapkan, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus menerima 2.883 laporan kendaraan rusak usai mengisi BBM Pertalite di sejumlah SPBU Jawa Timur. Data tersebut merupakan total dari 19 kabupaten/kota di Jawa Timur.
Kota Surabaya menempati peringkat pertama sebanyak 1.015 laporan, kemudian Sidoarjo peringkat kedua 535 laporan, dan disusul Kabupaten Bojonegoro sebanyak 535 pengaduan. Dari jumlah pengaduan motor brebet itu, sebanyak 561 aduan sudah ditangani.
“Kami juga mengganti biaya ganti secara terukur,” ujarnya.
Warga Desa Karangdowo, Kecamatan Sumberrejo Siti Ainur Rodhiyah mengaku, tak membawa motor miliknya yang mogok di posko pengaduan atau SPBU Sumberrejo. Hal tersebut karena saat lewat di SPBU posko pengaduan tidak ada.
“Niatnya mau mendatangi posko, namun tidak ada tulisan di area SPBU. Padahal belum ada informasi penutupan layanan posko pengaduan,” tandasnya.(jk)





