SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) kini mengalihkan suplai bahan bakar mesin diesel, Pertamina Dex ke Terminal Fuel Surabaya. Pengalihan ini guna mitigasi kekosongan BBM jenis ini di Terminal Fuel Tuban.
Kekosongan Pertamina Dex di Terminal Fuel Tuban, berpengaruh pada antrean kendaraan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban. Kendaraan bermesin diesel yang menggunakan Bisolar B40 pun mengalami keadaan yang sama.
”Kami alihkan mitigasi suplai Pertamina Dex ke Terminal Fuel Surabaya,” kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, saat dikonfirmasi Suarabanyuurip.com, Rabu (12/11/2025).
Berbeda dengan Bisolar B40, Pertamina Dex yang memiliki kualitas pembakaran sangat tinggi, lebih cepat, dan halus ditunjukkan dengan Nilai Cetane Number (CN) Minimal 53, ini tidak menggunakan kuota. Sebaliknya Biosolar menggunakan kuota ditetapkan pemerintah.
”Kalau alih suplai Pertamina Dex tidak ada standar kuota, hanya menyesuiakan kebutuhan saja,” ujarnya.
Ahad Rahedi juga menyatakan, pihaknya membentuk tim guna berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Menindaklanjuti koordinasi sebelumnya dari Pemkab Bojonegoro dalam rangka mencari solusi antrean solar di SPBU yang ada di Bojonegoro.
”Besok juga rencananya tim kami bertemu Pemkab Bojonegoro untuk koordinasi lanjutan terkait kuota BBM,” tuturnya.
Sementara itu, ihwal pengiriman BBM bersubsidi ke masing-masing SPBU dilaksanakan menyesuaikan kuota yang telah ditetapkan. Jumlah yang boleh disalurkan melalui Pertamina ke masyarakat sesuai dengan penugasan dari pemerintah.
”Khusus hari ini saja (Rabu,12 November 2025), penyaluran biosolar untuk Tuban 400 KL (Kiloliter) dan Bojonegoro 350 KL,” bebernya.
Per Triwulan Tiga sendiri, untuk Kabupaten Bojonegoro sudah terealisasi Biosolar sebanyak 46 ribu KL atau 79 persen dari kuota tahun 2025. Sedangkan untuk Kabupaten Tuban sebanyak 72 ribu KL atau 74 persen dari kuota tahun 2025.
”Pertamina Patra Niaga pastikan stok BBM bersubsidi di Jawa Timur khususnya Biosolar di Tuban dan Bojonegoro cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terkait,” tegasnya.
Diwartakan sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (Kadisdagkop-UM) Kabupaten Bojonegoro, Retno Wulandari mengaku, telah berkoordinasi secara intensif dengan beberapa SPBU untuk memastikan ketersediaan dan distribusi BBM berjalan lancar.
Dari koordinasi itu diperoleh informasi, bahwa SPBU selama ini memperoleh kuota pengiriman yang telah ditetapkan oleh Pertamina. Saat SPBU mengajukan permintaan tambahan kuota ke Pertamina, hal itu sebelumnya masih dapat dipenuhi karena secara nasional stok BBM dinilai cukup.
Meski begitu, sejak 21 Oktober 2025, mekanisme pengiriman BBM berubah. Pengiriman sejak waktu itu sampai sekarang hanya dilakukan sesuai kuota plotting dari Pertamina, tanpa dapat dilakukan penambahan kuota sebagaimana sebelumnya.
Selain itu, untuk BBM jenis Pertamina Dex, tidak terdapat sistem kuota seperti halnya Biosolar B40. Namun berdasarkan informasi yang diterima, stok Pertamina Dex di Terminal BBM Tuban saat ini kosong, sehingga berpengaruh terhadap pasokan ke SPBU di wilayah Bojonegoro.
“Pemkab Bojonegoro juga telah melakukan koordinasi dengan pihak PT Patra Niaga selaku badan usaha penyalur BBM Pertamina, guna mencari solusi terbaik atas kondisi ini,” imbuhnya.(fin)
Patra Niaga Alihkan Suplai Pertamina Dex ke Terminal Fuel Surabaya





