Ratusan Mahasiswa dari 7 Perguruan Tinggi di Bojonegoro Dibekali Wawasan Industri Migas

Kuliah migas.
Mahasiswa dari 7 perguruan tinggi di Bojonegoro mengikuti kuliah migas yang diselenggarakan PEPC dan SKK Migas.

SuaraBanyuurip.com – Sebanyak 180 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat wawasan mengenai lanskap industri migas yang kompleks, kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional. Melalui kegiatan tersebut Generasi Z Bojonegoro diharapkan semakin siap berkontribusi pada kemandirian energi nasional.

Kuliah umum bertajuk Peran Generasi Z dalam Industri Hulu Migas diselenggarakan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12, sebagai operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), berkolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rabu (12/11/2025). Ratusan mahasiswa dari STIE Permata Bojonegoro, IKIP PGRI Bojonegoro, Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI), STIE Cendekia, STIKes Muhammadiyah, STIKes Insan Cendekia Husada, dan STIKes Rajekwesi ikut dalam kegiatan tersebut.

Kuliah umum ini sebagai wujud komitmen industri hulu migas membentuk calon pemimpin masa depan yang tangguh menghadapi dinamika sektor energi global. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai lanskap industri migas yang kompleks, kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional, serta persiapan memasuki dunia kerja lintas sektor.

Baca Juga :   Kondangan di Bojonegoro, Arumi Bachsin Berpenampilan Sederhana dan Merakyat

Peserta diajak mengeksplorasi adaptasi teknologi digital—termasuk pemanfaatan instrumen komputerisasi canggih di Lapangan JTB—sebagai fondasi efisiensi dan keberlanjutan operasional.

Deputi Manager JTB Field PEPC Zona 12, Andy Suhendro, menekankan tantangan Generasi Z di tengah persaingan ketat dan disrupsi teknologi.

“Industri hulu migas memainkan peran dominan dalam pemenuhan energi nasional. Adik-adik adalah penerus yang harus mempersiapkan diri optimal untuk mengemban tanggung jawab ini,” ujar Andy dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suarabanyuurip.com, Kamis (13/11/2025).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menyambut positif inisiatif ini. Sekretaris Daerah Edi Susanto, yang membuka acara secara simbolis menyatakan, “Program ini merupakan kontribusi nyata terhadap peningkatan Sumber Daya Manusia akan pemahaman sektor energi. Kami berharap mahasiswa mampu menghasilkan gagasan inovatif untuk memajukan Bojonegoro, sekaligus mempersiapkan transisi energi pasca-ekstraktif.”

Sesi paparan disampaikan oleh Gunawan Setiaji Nugroho, Senior Manager Production PEPC dan Dimas Ario R.P., Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Jabanusa dan M. L. Hangga Umbara, dari Field Operations JTB. Ketiganya menghadirkan paparan kaya data industri dan lapangan, contoh praktis, serta sesi dialog interaktif yang memungkinkan peserta mendalami isu strategis sesuai minat akademis.

Baca Juga :   Dalih Hindari Zina Dominasi Ajuan Diska di Bojonegoro

Kuliah umum ditutup dengan pembekalan praktis untuk memasuki dunia kerja yang disampaikan oleh fungsi Human Capital serta ketrampilan Public Speaking.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait