PEPC dan IDFoS Laksanakan Gerakan Tanam Sejuta Pohon di Kawasan Konservasi Agrosilvopastura

PEPC dan IDFoS
PEDULI LINGKUNGAN : PEPC dan IDFoS Indonesia serta para pemangku kepentingan sedang melakukan tanam pohon sebagai bagian dari Program Biru Langit JTB sekaligus peringatan Hari Pohon Sedunia.(ist/rizal)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina Eksplorasi dan Produksi Cepu (PEPC) Zona 12 bersama organisasi non profit IDFoS Indonesia melaksanakan Gerakan Tanam Sejuta Pohon di kawasan Agrosilvopastura, Jumat (21/11/2025).

‎Kegiatan dipusatkan di Kawasan Agrosilvopastura, tepatnya pada Petak 53A1, turut Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Perhelatan tersebut adalah bagian dari Program Biru Langit JTB sekaligus memperingati Hari Pohon Sedunia dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

‎Sebanyak 4.500 bibit pohon ditanam. Jenis yang ditanam antara lain aren, sogo, matoa, jambu, sirsak, kesambi, dan gayam. Pemilihan tanaman ini ditujukan untuk mendukung konservasi kawasan hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

‎Acara penanaman diikuti perwakilan Perhutani, Pertamina EP Cepu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, Koperasi Produsen Ngasem Maju Sejahtera, serta Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngasem Barokah. Para peserta terlibat langsung dalam penanaman sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelestarian lingkungan.

‎Sejak 2022 hingga 2025, program agrosilvopastura yang dijalankan PEPC bersama IDFoS menunjukkan progres signifikan. Tutupan lahan pada 2025 mencapai 16 persen dari total area 7,6 hektare, dan diproyeksikan meningkat hingga 25 persen pada tahun depan seiring intensifikasi penanaman dan pemeliharaan.

‎Manager Program IDFoS Indonesia, Rizal Zubad Firdausi, menegaskan, bahwa agenda di Agrosilvopastura bukan hanya fokus pada penanaman, tetapi juga memastikan perawatan keberlanjutan dalam pengelolaan.

‎”Kami telah menyiapkan instalasi penyiraman yang akan difungsikan secara optimal terutama pada musim kemarau mendatang,” katanya kepada Suarabanyuurip.com secara tertulis.

‎Program ini, kata dia, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kawasan konservasi berbasis masyarakat di wilayah Ngasem. Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, PEPC Zona 12 dan IDFoS Indonesia berharap gerakan ini memberikan dampak ekologis jangka panjang.

‎”Serta mendorong keseimbangan antara kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tandas Rizal.(fin)

Pos terkait