Puluhan UMKM Bojonegoro akan Tampilkan Produk Unggulan di Festival Banyu Urip 2025

Festival Banyu Urip 2025.
FOTO ILUSTRASI: Stan kerajinan batik dipadati pengunjung saat perhelatan Festival Banyu Urip 2018 lalu.

SuaraBanyuurip.com – Perhelatan Festival Banyu Urip 2025 selama tiga hari, Jumat-Minggu (28-30/11/2025), di lapangan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan melibatkan puluhan Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) lokal. Kegiatan ini menjadi sarana promosi bagi para pelaku UMKM untuk mengenalkan produk-produk unggulannya kepada masyarakat luas.

Kepala Desa Bonorejo, Rachmad Akasan mengapresiasi kegiatan Festival Banyu Urip 2025, karena selain memberikan hiburan juga menjadi ruang bagi kesenian dan budaya lokal, serta UMKM untuk promosi.

“Ini kegiatan yang bagus. Bisa mendorong UMKM di wilayah Kecamatan Gayam lebih berkembang. Seperti di Bonorejo sini ada beberapa home industri dan kerajinan rajut, serta kesenian ketoprak,” ujar Aksan.

Puluhan UMKM lokal yang terlibat di Festival Banyu Urip 2025 diantaranya adalah binaan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator lapangan minyak Banyu Urip, Blok Cepu, dan binaan Pertamina EP Cepu (PEPC), operator lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB).

Seperti kerajinan rajut Bonorejo, batik, pusat inkubasi bisnis (PIB), produk pertanian organik, makanan ringan, produk olahan gerakan ayam petelur mandiri (Gayatri) dan berbagai produk lainnya. Selain itu BUMdes, koperasi merah putih, dan pasar murah oleh Dinas Perdagangan Bojonegoro.

Baca Juga :   Festival Banyu Urip Resmi Dibuka

“Kami menyediakan 51 stan untuk pelaku UMKM di bazar Festival Banyu Urip 2025,” sambung Ketua Panitia Festival Banyu Urip 2025, Agus Hafidh, Rabu (26/11/2025).

Agus menjelaskan, Festival Banyu Urip 2025 mengusung tema “Nyawiji: Nyambung Rasa, Ngangkat Wisata, Njaga Energi”. Tujuannya untuk memperkenalkan potensi dan produk lokal, serta mengampanyekan edukasi, gaya hidup sehat, dan pelestarian kesenian dan budaya lokal.

Perhelatan Festival Banyu Urip 2025 ini berbeda dengan festival sebelumnya. Kali ini kegiatan dilaksanakan secara berkolaborasi dengan pemerintah, swasta, karang taruna, lembaga swadaya masyarakat, mahasiswa dan pelajar.

Selain itu, pelaksanaan kegiatan Festival Banyu Urip 2025 dilaksanakan tidak di satu lokasi. Melainkan disebar di tiga tempa berbeda. Yakni Lapangan Desa Bonorejo, Lapangan Desa Gayam, dan wisata Perahu Kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

Pada hari pertama, Jumat (28/11/202025), di Lapangan Desa Bonorejo digelar Bazar UMKM, pasar murah, pertunjukan Reog Singo Manggolo Gayam, dilanjutkan malam hari open ceremony dan launching logo Medhayoh, serta Gues Star dengan bintang tamu Massdho dan DJ Nok Yeka.

Baca Juga :   2 Caleg Isi Diskusi Kepemudaan Festival Banyu Urip 2018

“Launching logo Medhayoh ini rencananya dihadiri oleh Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati,” tegas Agus.

Festival Banyu Urip 2025.
Pamflet Festival Banyu Urip 2025.

Di hari kedua, Sabtu (29/11/2025), rangkaian Festival Banyu Urip dilanjutkan dengan lomba mewarnai, cek kesehatan gratis (CKG), diskusi kepemudaan, partunjukan ketoprak budaya lokal dengan lakon”Minak Jinggo Nagih Janji-Damar Wulan Wisido” menghadirkan bintang tamu Yudho dan Lala Atila di Lapangan Desa Bonorejo.

“Untuk sarasehan budaya medhayoh akan dilaksanakan di wisata Perahu Kuno Desa Ngraho. Sarasehan melibatkan guru tingkat SD, SMP, SMA, kepala desa dan perangkat desa se Kecamatan Gayam, budayawan, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” jelas Agus.

Sedangkan di hari terakhir, Minggu (30/11/2025), kegiatan akan dipusatkan di Lapangan Desa Gayam. Kegiatan meliputi Fun Run Gayan 5 kilometer (KM) yang akan diikuti 500 pelari dari dalam dan luar Bojonegoro, dan launching Zona Informatif sebagai wujud keterbukaan informasi publik.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait