Sarasehan Budaya Percaya Situs Perahu Besi Kuno di Festival Banyu Urip 2025

Festival Banyu Urip 2025.
Sarasehan budaya bertema Percaya Medhayoh situs Perahu Besi Kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam menjadi rangkaian Festival Banyu Urip 2025.

SuaraBanyuurip.com – Sarasehan Budaya bertema Percaya (Pelestarian Cagar Budaya) Medhayoh Situs Perahu Besi Kuno, Sabtu (29/11/2025), di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berlangsung gayeng dan interaktif. Sarasehan ini merupakan rangkaian Festival Banyu Urip 2025.

Sarasehan Budaya Percaya Medhayoh Situs Perahu Besi Kuno Ngraho dihadiri Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Lukiswati, Camat Gayam Palupi Hadi Ratih Dewanti, dan Muspika. Juga diikuti kepala desa, kepala sekolah tingkat SD hingga SMA di wilayah Gayam, pegiat seni budaya dan sejarahwan.

Sarasehan menghadirkan narasumber Mbah Towo penemu dan pengelola perahu besi kuno, Budayawan Yanto MYK dan Kang Zen Samin, dan tim pendata diduga obyek cagar budaya Jatim, Ahmad Satri Utama.

Camat Gayam, Palupi Hadi Ratih Dewanti menyampaikan, melalui sarasehan budaya ini diharapkan dapat mengenalkan situs Perahu Besi Kuno Ngraho kepada masyarakat luas dan generasi mendatang, agar menjadi salah satu tujuan wisata budaya di Bojonegoro.

“Sehingga dengan kedatangan wisatawan kesini bisa menumbuhkan peluang ekonomi bagi masyarakat Ngraho dan sekitarnya,” ujar mantan Camat Kedewan ini.

Palupi berharap situs Perahu Besi Kuno Ngraho ini menjadi ikon Kecamatan Gayam. Untuk mewujudkan itu diperlukan pengembangan dan penambahan sarana prasarana.

“Kami berharap melalui sarasehan ini bisa melahirkan ide atau gagasan dari peserta untuk mengembangkan cagar budaya Perahu Besi Kuno Ngraho,” pungkasnya.

Fsstival Banyu Urip 2025.
Peserta sarasehan budaya di stius Perahu Besi Kuno dari kalangan lembaga pendidikan.

Sekretaris Disbudpar Bojonegoro, Lukiswati, mengapresiasi penyelenggaran rangkaian festival Banyu Urip 2025. Salah satunya sarasehan budaya Percaya Medhayoh Situs Perahu Besi Kuno.

Lukiswati menyarankan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pengelola untuk menarik wisatawan datang ke cagar budaya Perahu Besi Kuno Ngraho. Di antaranya pembuatan konsep cerita tentang Perahu Besi Kuno, atraksi budaya, akses infrastruktur dan UMKM lokal. Semua butuh kolaborasi dari semua pihak.

Baca Juga :   Kenalkan Gayam Melalui Festival Banyuurip

“Bojonegoro ini menjadi daerah terpanjang yang dilewati Sungai Bengawan Solo. Penemuan Perahu Besi Kuno ini menunjukan bagaimana peradaban saat itu sudah luar biasa,” tuturnya.

Pengelola situs sekaligus juru kunci makam Mbah Poeng Prodo, Prastowo Rahardi atau Mbah Towo, menuturkan sejarah awal penemuan Perahu Besi Kuno Ngraho di Sungai Bengawan Solo pada 3 Juni 2013. Perahu besi kono yang memiliki panjang 24 meter lebar lambung 4 meter dengan 5 sekat logam berhasil diangkat pada 26 Juni 2013, dan kemudian ditaruh di punden Mbah Poeng Prodo.

“Evakuasi membutuhkan waktu 13 hari, karena dilakukan secara manual oleh warga. Kalau yang mengangkat tidak memiliki nafas panjang minimal 4 menit tidak akan kuat,” sambung mantan Kepala Desa Ngraho ini.

Mbah Towo berharap situs budaya Perahu Besi Kuno bisa dikembangkan, karena sudah banyak dikunjungi pengunjung dari dalam dan luar Bojonegoro hingga wisatawan asing.

“Pengembangan kawasan situs ini akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Ngraho,” ucapnya.

Festival Banyu Urip 2025.
Makam Mbah Poeng Projo menjadi satu kompleks dengan situs Perahu Besi Kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Narasumber Yanto Myk, menyarankan kepada pengelola situs cagar budaya Perahu Besi Kuno untuk menggali asal usul nama Ngraho. Selain itu juga menggelar festival dengan menampilkan tradisi atau adat istiadat, seni budaya yang penah dan masih ada di Ngraho agar dihidupkan kembali.

“Ini akan memperkuat dan bisa menjadi daya tarik pengunjung situs cagar budaya Perahu Besi Kuno,” tegasnya.

Baca Juga :   Satpol PP Amankan Tiga Gepeng

Tim pendata diduga obyek cagar budaya Jatim, Ahmad Satria Utama menjelaskan, hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap Perahu Besi Kuno. Perahu ini dibuat dengan teknik sambungan paku keling yang menonjol. Perahu ini diperkirakan dibuat antara tahun 1602-1800 pada masa kongsi dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Hal itu diperkuat dengan sejumlah penemuan benda kuno di area penemuan Perahu Besi Kuno Ngraho. Seperti fragmen Keramik Kuno, Fragmen Tulan Belakang.

“Perahu Besi Kuno ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemkab Bojonegoro pada 2 Juni 2024. Kemudian pada Februari 2025 diusulkan pemeringkatan status di tingkat Provinsi Jatim, namun belum bisa masuk 10 besar karena kalah dengan situ-situs dari daerah lain seperti candi yang memiliki nilai tinggi,” ungkap Guru SMKN Trucuk ini.

Festival Banyu Urip 2025.
Situs Perahu Besi Kuno yang ditemukan dari Sungai Bengawan Solo turut Desa Ngraho pada Juni 2013 lalu.

Namun demikian, lanjut Satrio, situs ini telah diakui sebagai cagar budaya oleh Pemkab Bojonegoro, sehingga harus dilindungi, dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai wisata edukasi maupun budaya untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Narasumber lainnya, Kang Zen Samin menyarankan agar Disbudpar Bojonegoro memfasilitasi pembuatan buku tentang sejarah situs Perahu Besi Kuno Ngraho yang nantinya bisa disebar ke sekolah-sekolah tingkat SD hingga perguruan tinggi di Bojonegoro.

“Juga perlu dibuat replika Perahu Besi Kuno. Replika ini nantinya bisa ditaruh di tempat-tempat strategis seperti museum, Disbudpar, Kantor Bupati, Kantor Kecamatan Gayam dan beberapa tempat lainnya. Ini akan melengkapi Geopark Bojonegoro,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Rachmad Aksan menyarankan agar kedepan ada paket wisata di wilayah Kecamatan Gayam, karena memiliki banyak potensi. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, kerajinan, perkebunan, wisata hingga kuliner.

“Kedepan harus ada trip wisata di sini. Sehingga wisatawan bisa menikmati beragam wisata. Dengan begitu perekonomian akan tumbuh merata di wilayah Gayam,” harap Aksan.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait