DPRD Bojonegoro Desak ASN Terlibat Tawuran di Pertandingan Futsal Disanksi Tegas

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto.
Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Tawuran antar aparatur sipil negara (ASN) Bojonegoro, Jawa Timur, saat pertandingan ASN League Futsal 2025, mengundang reaksi DPRD setempat. Kalangan DPRD mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro memberikan sanksi tegas kepada ASN yang terlibat tawuran.

Tawuran antar ASN di pertandingan Futsal terjadi pada Jumat (5/12/2025) malam, di GOR Utama Bojonegoro Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pertandingan mempertemukan antara tim Dinas Perhubungan (Dishub) melawan FC Baru.

“Harus disanksi tegas para ASN yang terlibat ricuh di laga futsal ASN Bojonegoro,” tegas Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto kepada suarabanyuurip.com, Minggu (7/12/2025).

Menurut Supriyanto, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro harus memberikan sanksi apabila sudah ditemukan sejumlah fakta pada saat kericuhan terjadi. Agar memberikan efek jera bagi ASN, sehingga kedepannya lebih berhati-hati dalam bertindak dan mengedepankan etika.

“Apalagi mereka mewakili Pemkab Bojonegoro, yang seharusnya memberikan contoh bagi masyarakat, bukan sebaliknya,” tandas legislator Partai Golkar Bojonegoro itu.

Supriyanto menilai, perbuatan yang dilakukan para ASN tentu memalukan dan tidak pantas dilakukan oleh pejabat pemerintahan.

Baca Juga :   Hati-hati Jalur Koro Sedang Diperbaiki

“Saya menyayangkan, jika peristiwa tersebut benar-benar terjadi,” ujarnya.

ASN Bojonegoro Tawuran.
Klub ASN Bojonegoro tawuran saat pertandingan futsal di GOR Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.(foto tangkap layar video)

Wakil Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (Afkab) Bojonegoro, Fallailasyah membenarkan peristiwa kericuhan di ASN League Futsal 2025 Bojonegoro. Mereka tawuran karena salah satu tim kecewa dengan keputusan wasit.

“Iya benar kejadian itu, dipicu adanya tim yang kecewa dengan keputusan wasit, sehingga ada pemain yang memukul wasit. Panpel berusaha melerai malah kena pukul juga sehingga jadi ramai. Dan Panpel akhirnya hentikan pertandingan tersebut,” ungkapnya.

Fallailasyah menjelaskan, kedua tim telah bertemu dalam mediasi dan saling memaafkan. Namun tim Dishub dan FC Baru telah didiskualifikasi dari ASN League 2025.

“Kalau sanksi dari penyelenggaran pertandingan sudah diberikan. Sedangkan untuk sanksi displin kita serahkan ke Pemkab Bojonegoro,” terang Fallah.

Fallailasyah menambahkan, ajang ASN League 2025 digelar untuk pembinaan atlet futsal di lingkungan ASN Bojonegoro, namun kini tercoreng akibat insiden tersebut.

Untuk diketahui, tawuran antar ASN di pertandingan futsal karena dipicu protes keras atas keputusan wasit. Protes pemain berujung aksi pemukulan terhadap perangkat pertandingan serta lemparan botol dan dorongan antar pemain. Kericuhan terjadi pada laga ke-14.

Pos terkait