BKPP Bojonegoro Temukan Kelalaian di Liga Futsal ASN

ASN Bojonegoro Tawuran.
Klub ASN Bojonegoro tawuran saat pertandingan futsal di GOR Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.(foto tangkap layar video)

SuaraBanyuurip.com – Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, Jawa Timur, telah mengidentifikasi insiden tawuran antar aparatur sipil negara (ASN) dalam liga futsal. Hasilnya, ditemukan unsur kelalaian yang dilakukan oleh pantia penyelenggara dan ASN peserta liga futsal.

“Dari rapat koordinasi kemarin, kita menemukan adanya kelalaian,” kata Kepala BKPP Bojonegoro, Hari Kristianto.

Hari menjelaskan, poin kelalaian panitia penyelenggara yakni pencantuman istilah ASN dalam liga/turnamen, tidak tersedianya fasilitas penunjang yang memadai seperti tim medis dan keamanan sebagaimana mestinya dalam sebuah kegiatan olahraga.

Sedangkan bagi ASN peserta liga futsal ditemukan terjadi kelalaian tindakan yang dilakukan tim dari Dinas Perhubungan dan FC Baru yang berujung pada perkelahian.

“Pemkab Bojonegoro telah menyusun dua langkah tindak lanjut yang akan dilaksanakan segera,” tegas mantan Camat Tambakrejo itu.

Langkah pertama, ASN yang terlibat dalam tawuran akan diberikan sanksi administrasi. Sanksi disesuaikan dengan tingkatan hukuman disiplin (Hukdis) dan peran masing-masing ASN yang terlibat.

Kedua akan membentuk Tim Pemeriksa Ad Hoc yang segera ditindaklanjuti untuk mendalami peran dan menentukan tingkat hukuman disiplin yang sesuai.

Untuk panitia penyelenggara, BKPP meminta ada peninjauan menyeluruh oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dinpora) Kabupaten Bojonegoro. Dinpora akan memberikan rekomendasi terkait sanksi yang akan dikenakan kepada pihak penyelenggara atas kelalaian yang ditemukan.

“Pemkab Bojonegoro berkomitmen untuk menjaga disiplin ASN. Setiap pelanggaran disiplin dan kelalaian, terutama yang berujung pada kericuhan, akan ditindaklanjuti sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegas Hari.

Tawuran antar ASN di pertandingan Futsal terjadi pada Jumat (5/12/2025) malam, di GOR Utama Bojonegoro Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Pertandingan mempertemukan antara tim Dinas Perhubungan (Dishub) melawan FC Baru.

Tawuran antar ASN di pertandingan futsal karena dipicu protes keras atas keputusan wasit. Protes pemain berujung aksi pemukulan terhadap perangkat pertandingan serta lemparan botol dan dorongan antar pemain. Kericuhan terjadi pada laga ke-14.

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto mengapresiasi langkah cepat BKPP Bojonegoro menindaklanjuti insiden taruwan antarASN dalam liga futsal.

“Ini bisa menjadi pelajaran bagi semua ASN untuk menjaga etika dan perilakunya,” tegas politisi Partai Golkar itu.(red)

Pos terkait