Olimpiade Matematika Kisruh, Pemkab Bojonegoro akan Panggil Panitia untuk Bertanggungjawab

Olimpiade matematika kisruh.
Wabup Nurul Azizah saat pertemuan dengan Panitia Penyelenggara Olimpiade Matematika di Polsek Bojonegoro Kota.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro akan memanggil seluruh pihak terkait pelaksanaan Olimpiade Matematika tingkat SD/MI yang berujung ricuh hari Minggu (7/12/2025) kemarin.

Pemanggilan akan dilakukan pada Selasa, 9 Desember 2025 besok, untuk memastikan penyelenggara bertanggungjawab, termasuk penyelesaian hak lebih dari 1.300 peserta yang belum mengikuti olimpiade.

Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan, pemanggilan ini merupakan tindak lanjut atas banyaknya aduan dari wali murid, khususnya peserta yang sudah membayar biaya pendaftaran Rp55 ribu, namun kegiatan tidak berjalan sebagaimana dijadwalkan.

“Penyelenggara wajib bertanggung jawab. Karena peserta sudah membayar dan haknya belum terpenuhi, maka harus ada kepastian: apakah uang dikembalikan atau ada opsi lain,” tegasnya dikutip Suarabanyuurip.com, Senin (8/12/2025).

Nurul Azizah juga menilai panitia melakukan kesalahan mendasar karena tidak melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan maupun Kemenag. Dua instansi resmi yang menaungi pendidikan SD dan MI.

“Apapun alasannya, penyelenggara tetap salah. Tidak ada koordinasi dengan instansi yang berwenang, dan ini tidak dapat dibenarkan,” imbuh Nurul.

Dijelaskan, keputusan itu diambil usai dirinya melakukan pertemuan dengan ketua panitia dan pihak manajemen di Polsek Bojonegoro Kota. Pertemuan itu digelar atas instruksi langsung Bupati Bojonegoro setelah muncul banyak aduan dari orang tua peserta.

Baca Juga :   Angin Kencang Rusak Puluhan Rumah Warga di Bojonegoro

Ribuan peserta yang telah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp55.000 diketahui belum dapat mengikuti olimpiade sebagaimana dijadwalkan.

“Karena ada aduan masyarakat, apalagi banyak yang sudah membayar namun belum bisa mengikuti olimpiade, maka harus ada solusi cepat. Ini tanggung jawab kepada masyarakat yang dirugikan,” terang perempuan santun dan ramah ini.

“Kami akan mengawal proses hingga tuntas agar kejadian serupa tidak terulang dan para peserta mendapatkan kepastian,” lanjutnya.

Peristiwa kericuhan terjadi saat Olimpiade Matematika tingkat SD/MI se-Kabupaten Bojonegoro digelar di Gedung Serbaguna, Ledok Wetan, Minggu pagi (7/12/2025).

Kisruh dipicu kepanikan peserta yang jumlahnya ribuan keluar bersamaan melalui pintu utama gedung. Kepanikan bertambah saat anak-anak mulai menangis karena tak kunjung bertemu dengan orang tua atau keluarga mereka.

Kekisruhan ini berakibat penyelenggaraan olimpiade harus dihentikan paksa oleh kepolisian. Kerusuhan ini terekam dalam sejumlah video yang viral di media sosial Facebook.

Video yang beredar memperlihatkan kepanikan massal, dimana puluhan orang tua, guru, dan siswa saling berdesakan.

Baca Juga :   Baru Awal 2026, MTsN 1 Bojonegoro Raih 24 Medali di Berbagai Ajang
Olimpiade matematika ricuh.
Kericuhan di Gedung Serba Guna saat pelaksanaan olimpiade matematika.(tangkap layar video)

Ketua panitia pengelenggara Olimpoade Matematika dari Saryta Management, Ita Puspitasari menjelaskan, kericuhan terjadi setelah pelaksanaan level 1 selesai dan sedang dilaksanakan peneriman hadiah.

“Tiba ada dua wali murid, bapak-bapak, masuk dari pintu samping dan membuangi semua. Kemudian semua ikutan masuk. Itu yang memicu kericuhan,” terangnya kepada sejumlah wartawan.

Ita juga berjanji akan mengembalikan biaya peserta yang belum mengikuti Olimpiade Matematika.

“Karena ini seleksinya melalui sekolah masing-masing, maka nanti akan kita kembalikan melalui sekolah,” ucapnya.

Menanggapi insiden ini, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, M Anwar Mukhtadlo menegaskan, penyelenggaraan Olimpiade Metematika di Gedung Serbaguna sama sekali tidak terkoordinasi dengan instansinya.

“Kegiatan itu tidak ada izin maupun koordinasi dengan dinas pendidikan. Tidak ada laporan maupun surat pemberitahuan,” ungkapnya.

Anwar mengaku, pihaknya tidak tahu siapa yang menyelenggarakan Olimpiade Matematika tersebut. Namun, karena mendapat laporan adanya kericuhan, dirinya kemudian memerintahkan tim untuk turun ke lokasi guna melakukan klarifikasi dan penyelidikan lebih lanjut terkait penyelenggara acara.

“Kami sudah berupaya melakukan klarifkasi,” tandasnya.(fin)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait