Keluarga Miskin Bojonegoro Bahagia Rasakan Hasil Domba Kesejahteraan

Domba kesejahteraan.
Salah satu KPM penerima bantuan domba kesejahteraan dari Pemkab Bojonegoro tahun 2025.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Keluarga penerima manfaat (KPM) domba kesejahteraan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, telah menikmati hasil. Dalam setahun, bantuan sepasang domba sudah berkembangbiak menjadi tujuh ekor.

Salah satu KPM, Sukir mengaku mendapat bantuan dari Pemkab Bojonegoro, setahun lalu. Bantuan yang diterima seekor domba betina dan jantan.

“Oktober 2024 saya dapat bantuan. Dombanya sudah siap kawin,” ujar warga RT 09/RW 03 Dusun Dalem, Desa Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander itu.

Sukir merawat dombanya dengan telaten. Kandangnya dibuat panggung, agar kesehatan domba terjaga dan mudah membersihkan kotorannya. Ia setiap hari mencari rumput di sela-sela bekerja sebagai pekerja serabutan.

“Alhamdulillah, sekarang sudah menjadi tujuh ekor,” ucap bapak dua anak itu, kepada suarabanyuurip.com, Rabu (10/12/2025).

Sukir menjelaskan, bantuan seekor domba betina sudah beranak dua kali. Peranakan pertama betina dan jantan. Peranakan kedua juga dua ekor.

“Sedangkan peranakan yang pertama sekarang sudah beranak. Anaknya satu. Jadi totalnya tujuh ekor,” tuturnya.

Menurut Sukir, perawatan domba cukup mudah, karena bisa dilakukan di sela-sela bekerja sebagai buruh serabutan. Selain itu juga cepat mendapatkan hasil. Seekor domba betina dalam setahun bisa beranak dua kali.

“Apalagi kalau pakannya dikasih selingan rumput gajah. Cepat kawin dan bunting,” jelasnya.

KPM lainnya, Dwi Wijaksono (42), juga telah merasakan hasil dari bantuan domba kesejahteraan. Dua ekor domba bantuan jantan dan betina yang diterimanya setahun lalu, sekarang sudah berkembangbiak menjadi empat ekor.

Baca Juga :   Dalam Setahun, Angka Kemiskinan Bojonegoro Hanya Turun 150 Jiwa

Warga RT 12/RW 03 Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, menjelaskan, domba betina bantuan Pemkab Bojonegoro telah beranak dua kali. Pertama kali beranak satu ekor, dan kedua berana dua ekor.

“Anakan pertama jantan, tapi mati saat masih kecil. Terus kedua beranak dua ekor, jantan-jantan,” ujarnya dikonfirmasi terpisah.

Sono, panggilan akrabnya, berencana menambah seekor domba betina agar cepat berkembang biak.

“Karena peranakan jantan-jantan. Saya ingin tambah betina satu, biar cepat banyak,” ucapnya.

Baik Sukir maupun Sono sampai hari ini belum berkeinginan menjual peranakan kambingnya. Mereka berharap kambingnya terus berkembangbiak menjadi banyak.

“Bantuan ini sangat membantu keluarga tidak mampu seperti kami. Sebab nanti peranakannya kalau sudah banyak bisa dijual untuk kebutuhan keluarga seperti anak sekolah,” pungkas Sukir.

Program bantuan doma kesejahteraan diperuntukkan bagi masyarakat prasejahtera. Tujuannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pemberdayaaan masyarakat (peternak) miskin yang masuk dalam Data Mandiri Kemiskinan Daerah (DAMISDA) dan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Pemkab Bojonegoro pada 2024 lalu, telah meyalurkan 2.640 ekor domba kesejahteraan kepada 1.300 KPM yang tersebar di 28 kecamatan. Program tersebut telah berhasil dan dirasakan manfaatnya oleh KPM.

Sementara pada tahun 2025, jumlah domba kesejahteraan yang sudah disalurkan sebanyak 2.400 ekor domba untuk 1.200 KPM.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, drh. Lutfi Nurrahman, mengatakan hingga awal Desember 2025 proses pendistribusian domba kesejahteraan telah selesai. Total sebanyak 2.400 ekor domba telah disalurkan kepada 1.200 KPM. Masing-masing KPM menerima sepasang domba.

Baca Juga :   Pemkab Bojonegoro Wajibkan Lembaga Pemerintah, Sekolah hingga Desa Buat Resapan Biopori

Lutfi menjelaskan, selain sepasang domba, keluarga prasejahtera juga menerima bantuan pakan konsentrat 100 kilogram sebagai penunjang awal pemeliharaan. Konsentrat itu untuk menambah nutrisi, sedangkan makanan utamanya tetap rumput.

“Setiap desa terdapat dua hingga tiga KPM yang menerima program tersebut,” kaya Lutfi sapaan akrabnya.

Menurut dia, program domba kesejahteraan ini memang untuk mengentaskan kemiskinan atau meningkatkan taraf hidup masyarakat Bojonegoro. Selain itu menjadi sumber penghasilan tambahan yang berkelanjutan serta mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

Disnakkan juga melakukan pendampingan juga peningkatan kapasitas peternak melalui bimbingan teknis (bimtek) budidaya domba. Hal ini agar peternak memiliki pemahaman, mulai cara pemeliharaan, kesehatan ternak, hingga pengelolaan usaha yang lebih tertata.

“Kami terus melakukan monitoring, untuk mengetahui kondisi domba di KPM. Setelah domba berkembang biak para penerima bisa langsung menjualnya,” terangnya.

Dia berharap adanya program ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat Bojonegoro. Termasuk menambah populasi domba sekaligus produktivitas ternak di daerah.

“Sehingga kebutuhan pasar lokal dapat tercukupi, dan masyarakat tidak kekurangan daging domba,” terangnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait