Harga Pupuk Subsidi Resmi Turun, DKPP Bojonegoro Awasi Kios Pupuk

Zainal Fanani.
Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Harga pupuk subsidi mulai turun sejak 22 Oktober 2025. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro, Jawa Timur, bakal melakukan pengawasan di setiap kios pupuk agar penjualan sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

Berdasar data dari DKPP, perubahan HET pupuk subsidi meliputi, pupuk urea dengan HET lama Rp 2.250 per kilogram (kg) dan Rp 112.500 per sak turun menjadi Rp 1.800 per kg serta Rp 90.000 per sak.

Kemudian, NPK dengan HET lama Rp 2.300 per kg dan 115.000 per sak turun menjadi Rp 1.840 perkg dan Rp 92.000 per sak.

Pupuk ZA dengan HET lama Rp 1.700 perkg dan Rp 85.000 per sak turun menjadi Rp 1.360 per kg dan 68.000 per sak. Serta, pupuk organik dengan HET lama Rp 800 per kg dan 32.000 per sak menjadi Rp 640 per kg dan 25.600 per sak.

“Kami melakukan penyesuaian harga sesuai dengan HET. Hal tersebut berdasar Keputusan Menteri Pertanian (Permentan) No.1117 /kpts./SR.310/M/10/2025,” kata Kepala DKPP Bojonegoro, Zaenal Fanani.

Baca Juga :   Menuju Transformasi Pertanian dan Kemakmuran Bojonegoro

Dia memastikan setelah harga pupuk subsidi dipastikan turun, sudah tidak ada penjualan dari kios kepada petani di luar HET yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

“DKPP juga melakukan pengawasan internal terhadap implementasi terhadap Permentan tersebut,” tegasnya, Rabu (29/10/2025).

Zaenal melanjutkan, stok pupuk subsidi di Bojonegoro masih sangat cukup saat ini. Yakni, terdapat sekitar 19.273,4 ton untuk stok pupuk urea, 14.369,20 ton untuk NPK, dan 10.405,97 ton untuk organik. Sedangkan, untuk rerata kebutuhan pupuk di Bojonegoro sekitar 61.000 pertahun.

“Jadi, kalau melihat tahun-tahun kemarin. Maka, alokasi pupuk di 2025 ini masih cukup aman,” terangnya.

Sementara itu, petani asal Kecamatan Sumberrejo, Rondhi belum mengetahui adanya penurunan harga pupuk subsidi. Namun ia mengaku senang adanya penurunan ini.

“Belum tau. Tapi, alhamdulillah kalau betul turun sehingga bisa membantu para petani,” tandasnya.(jk)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait