SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Program domba kesejahteraan dinilai berhasil dan manfaatnya telah dirasakan keluarga miskin di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Pemerintah kabupaten (pemkab) tahun 2026, akan menambah 3.325 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan anggarkan sekitar Rp 20,9 miliar.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Peternakan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, drh. Lutfi Nurrahman mengatakan, program domba kesejahteraan sudah dimulai sejak 2024 lalu. Setiap KPM mendapat sepasang domba kesejahteraan siap bunting. Juga konsentrat untuk nutrisi domba.
“Tahun 2025 ini totalnya sebanyak 2.400 ekor domba telah disalurkan kepada 1.200 KPM,” katanya, Minggu (14/12/025).
Lutfi menjelaskan, Pemkab Bojonegoro pada APBD 2026 kembali menganggarkan untuk menambah jumlah penerima program domba kesejahteraan. Sebab sebelumnya setiap desa hanya menerima dua hingga tiga KPM.
“Maka tahun depan direncanakan menambah 3.325 penerima program domba kesejahteraan, dengan anggaran Rp 20,9 miliar,” jelasnya.
Tambahan KPM ini memang sesuai kebutuhan masyarakat. Utamanya mengentaskan kemiskinan atau meningkatkan taraf hidup masyarakat Bojonegoro.
“Jika domba sudah beranak-pinak, bisa dijual kecuali induknya,” terangnya.
Kepala Desa Ngampel, Kecamatan Kapas Purwanto mengatakan, desanya hanya mendapat jatah dua KPM dari program domba kesejahteraan dan sudah menyalurkan sepasang domba kepada KPM.
“Saat ini sudah dirawat dengan baik di kandang milik KPM, dan secara rutin juga dilakukan pemantauan kesehatan oleh petugas Disnakkan Bojonegoro,” jelasnya.(jk)





