SuaraBanyuurip.com – Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wohono menghadiri pengajan rutin Ahad Pon Fatayat-Muslimat NU se Anak Cabang Gayam di Dusun Sumurpandan, Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Minggu (26/4/2026).
Istri Bupati Bojonegoro Setyo Wahono itu menekankan pentingnya melakukan pencegahan perkawinan anak di hadapan ratusan anggota fatayat dan muslimat yang hadir.
Menurut Cantika Wahono ada sejumlah program dari TP PKK yang bisa disingkronkan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, kecamatan, desa/kelurahan, fatayat dan muslimat NU untuk mencegah perkawinan anak. Salah satunya melalui peningkatan pendidikan.
“Jangan sampai ada anak-anak yang putus sekolah,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Cantika Wahono, pencegahan perkawinan anak bisa melalui program peningkatan ekonomi masyarakat. Untuk itu, TP PKK Bojonegoro mendukung penuh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dijalankan ibu-ibu.
“Tidak kalah pentingnya adalah pengetahuan tentang kesehatan. Ini penting agar anak-anaknya nanti tidak stunting, juga siap menikah di usia 19 tahun atau lulus SMA,” tegasnya.
Cantika menambahkan akan memberikan bekal keterampilan kepada para remaja agar nantinya mereka bisa membuka usaha atau memiliki pekerjaan saat menikah, sehingga dapat meningkatkan ekonominya.
“Jadi pernikahan anak bukan solusi, tapi mereka harus menikah pada umur yang tepat. Untuk itu mari kita bersama-sama mencegah pernikahan anak,” pungkasnya.
Pengajian rutin Ahad Pon Fatayat dan Muslimmat ini juga dihadiri Camat Gayam, Erna Zulaikah, Kepala Desa Gayam Winto, Kyai Solikin Syuriah MWC NU Gayam dan KH Agus Salim selaku penceramah dari Kendal Kecamatan Dander.(red)





