SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bojonegoro, menegaskan bahwa pihaknya berencana akan melaporkan oknum mengaku wartawan yang mencatut nama PWI untuk meminta sejumlah uang kepada para kepala desa (Kades) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dengan dalih kegiatan akhir tahun untuk kegiatan PWI.
Penegasan ini disampaikan oleh Ketua PWI Bojonegoro, Sasmito Anggoro, menyusul beredarnya sejumlah tangkapan layar percakapan aplikasi pesan, foto kartu identitas mengatasnamakan media dan organisasi, serta bukti kuitansi yang mencatut nama dan atribut PWI. Materi tersebut diduga digunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk meminta sejumlah uang kepada kepala desa.
Kang Sas, demikian Sasmito karib disapa, menyatakan, tindakan oknum tersebut sangat merugikan, tidak hanya secara pribadi, tetapi juga mencoreng nama baik organisasi PWI Bojonegoro yang selama ini menjaga profesionalisme dan etika jurnalistik.
“Ini jelas merugikan dan membawa nama buruk PWI Bojonegoro. Kami keberatan jika nama organisasi dipakai untuk kepentingan pribadi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” kata Sasmito.
“Tidak menutup kemungkinan akan kami bawa oknum pencatut nama PWI ini ke ranah hukum,” tegas Sasmito kepada SuaraBanyuurip.com, Selasa (16/12/2025).
Ditambahkan, bahwa seluruh tindakan tersebut bukan bagian dari kegiatan resmi PWI Bojonegoro dan dilakukan tanpa sepengetahuan maupun persetujuan organisasi yang dinahkodainya.

”PWI Bojonegoro tidak pernah menugaskan anggota atau siapapun, apalagi meminta sumbangan kepada kepala desa dalam bentuk apa pun. Jika ada pihak yang mengatasnamakan PWI atau Ketua PWI untuk tujuan tersebut, itu jelas bukan dari kami,” tegas Sasmito.
PWI Bojonegoro mengimbau kepada seluruh kades dan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan PWI. Apabila menerima permintaan sumbangan, bantuan, atau proposal yang mencatut nama PWI, agar segera melakukan klarifikasi langsung ke pengurus resmi PWI Bojonegoro.
“PWI adalah organisasi profesi wartawan, bukan lembaga penggalangan dana. Kami berharap klarifikasi ini meluruskan informasi dan menjaga kepercayaan publik terhadap PWI Bojonegoro,” imbuhnya.
Bahkan dalam Pesan Wathsapp yang dikirim ke Kades-kades di wilayah Kedungadem dan lainnya juga mencatut foto-foto kegiatan PWI baik PWI Jatim maupun PWI Tuban, dan hal tersebut juga membuat Ketua PWI Tuban Suwandi geram dan tersinggung karena fotonya di catut.
”PWI Tuban tidak pernah mengirim Chat melalui akun wathsapp untuk meminta sejumlah uang kepada Kades-kades, apalagi di Bojonegoro,” tegas Suwandi.(sam)





