SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, menyiapkan karpet merah bagi masuknya investasi baru pada 2026. Sejumlah investor telah menjalin komunikasi intensif dan melakukan penjajakan dengan pemkab untuk membangun industri-industri pengungkit ekonomi daerah.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono mengatakan, beberapa sektor yang direncanakan masuk pada 2026 mendatang yaitu, industri garmen, sepatu, dan rokok. Namun ihwal investor yang masuk itu asalnya dari negara atau daerah mana, ia belum memberikan keterangan secara rinci.
”Kami memastikan komunikasi yang terbangun (dengan para investor, red.) sudah cukup aktif dan berkelanjutan,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (24/12/2025).
Disinggung tentang investasi paling ideal, pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini menilai, industri padat karya merupakan pilihan paling ideal bagi Bojonegoro karena berpotensi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Sebab industri padat karya dampaknya langsung ke penyerapan tenaga kerja,” tegasnya.
Sementara perihal rencana investasi pabrik bioetanol, Mas Wahono, begitu ia disapa, menegaskan hal itu bukan kewenangan Pemkab Bojonegoro. Melainkan ranah pemerintah pusat, karena industri bioetanol merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).
”PSN itu otoritas pemerintah pusat,” bebernya.
Meski begitu, ia menegaskan, Pemkab Bojonegoro akan bersikap ramah terhadap setiap investasi, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan terhadap regulasi. Pemberian insentif, kata Mas Wahono, akan dipertimbangkan secara matang.
Di lain sisi, mantan komisaris perusahaan gas ini mengakui iklim investasi di Bojonegoro selama ini masih kurang bertumbuh kembang. Salah satu kendalanya adalah keterbatasan lahan, mengingat banyak wilayah merupakan kawasan milik Perhutani serta berstatus Lahan Sawah Dilindungi (LSD).
“Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani dan pihak terkait untuk mencari solusi. Insyaallah sekarang sudah lebih mudah,” tandasnya.
Kabar terkini terkait nilai investasi di Bojonegoro sepanjang 2025 tercatat mencapai Rp3,9 triliun. Terbesar berasal dari pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Bojonegoro, Joko Tri Cahyono, mengungkapkan nilai investasi itu kala hadir dalam diskusi bertajuk “Trauma dan Calon Investor” yang dihelat di Kedai Kopitalist, Jalan Pondok Pinang Bojonegoro, Selasa (12/11/2025) malam.
”Saya optimistis, masuknya investasi baru pada 2026 akan memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja,” tuturnya.(fin)
Pemkab Bojonegoro Siapkan Karpet Merah Investasi Baru di 2026





