SuaraBanyuurip.com – Realisasi investasi tahun 2025 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melampaui target. Dari target Rp 3,2 triliun telah tercapai Rp 3,9 triliun hingga November 2025.
“Alhamdulillah dari target yang ditetapkan oleh Badan Kordinasi Penanaman Modal atau BKPM sebesar 3,2 triliun rupiah, sampai hari ini sudah terealisasi 3,9 ttiliun rupiah,” kata Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bojonegoro Joko Tri Cahyono, saat menjadi narasumber Ngaji bertema “Trauma& Calon Investor: Mitos atau Realitas, di kanal youtube Dewan Jegrank yang diakses, Jumat (5/12/2025).
Joko menjelaskan, investasi Bojonegoro sebesar Rp 3,9 triliun tersebut disokong oleh UMKM. Jumlah UMKM hingga sekarang ini tercatat sebanyak 9.500 pelaku usaha. Jumlah tersebut berdasarkan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dikeluarkan sepanjangan November 2025.
“Investor terbesar kita di sektor UMKM. Sedangkan sektor industri tidak ada kenaikan signifikan, tapi cukup stabil,” tegasnya.
Menanggapi itu, Ketua DPC K-Sarekat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Bojonegoro, Amrozy menilai, realiasasi investasi Rp 3,9 triliun ini belum berdampak terhadap pengurangan pengangguran dan kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) di Bojonegoro.
“Artinya capaian itu belum berbanding lurus. Meskipun investasi melampaui target, tapi serapan kerja minim, dan UMK kita masih sama dengan Trenggalek. Padahal di sini memiliki sumber migas melimpah,” tuturnya.
Menurut Amrozi, NIB bukan menjadi ukuran tumbuhnya investasi di Bojonegoro. Sebab, banyak pelaku usaha yang belum memiliki NIB tapi usahanya berjalan. Begitu juga sebaliknya.
“Seharusnya dengan UMK yang rendah, Kabupaten Bojonegoro menjadi pilihan investor besar untuk membuka industri di sini. Adanya industri secara otomatis akan menaikkan UMK. Artinya, UMK kita tidak pernah naik karena tidak pernah ada industri masuk kesini,” lanjut Amrozi.
Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Yuseriza menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sekarang ini sedang mempersiapan sebuah kawasan industri untuk menarik investor.
Selain itu, lanjut Riza, Pemkab Bojonegoro telah menetapkan dokumen rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJPD) tahun 2025-2045. Dalam dokumen tersebut Bojonegoro ditetapkan sebagai sentra energi negeri dan agroindustri.
“Ini menjadi mimpi besar Bojonegoro. Kata kuncinya ada di agroindustri. Artinya adalah sektor-sektor non migas harus dapat bertransformasi ke industri. Sehingga pemkab mulai sekarang telah memastikan program-program akan bertransformasi bukan lagi ke sektor migas atau pertambangan. Melainkan ke sektor hilirisasi pertanian, peternakan, perkebunan, pariwisata,” jelasnya.(red)





