Serapan APBD Bojonegoro 2025 Nyaris Mencapai Target 80 Persen

Gedung Pemkab Bojonegoro berlantai tujuh di Jalan Mas Tumapel.
FOTO ILUSTRASI : Gedung Pemkab Bojonegoro berlantai tujuh di Jalan Mas Tumapel.

SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro

Bojonegoro – Serapan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Bojonegoro tahun 2025, nyaris mencapai target 80 persen yang ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur.

Dari Rp7,8 triliun APBD 2025, telah terserap Rp6,2 triliun atau 79,94 persen. Sisanya tinggal Rp1,58 triliun yang belum terserap.

‎Kepala Bidang (Kabid) Akuntansi  Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bojonegoro, Anie Susanti Hartoyo menyampaikan, hingga akhir tahun 2025, tepatnya pada 31 Desember 2015 kemarin serapan sudah mencapai Rp6,2 triliun atau 79,94 persen.

‎”Hampir mencapai target 80 persen yang ditetapkan Pemkab Bojonegoro,” katanya kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (1/1/2026).

‎Sehingga dari Rp7,8 triliun APBD 2025, saat ini masih tersisa sekitar Rp1,58 triliun anggaran belum terserap. Otomatis akan menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2025.

‎Dia mengungkapkan, secara rinci  keseluruhan sektor belanja capaiannya sudah melebihi 50 persen. Diantaranya, belanja pegawai mencapai 77,88 persen atau terserap Rp1,7 triliun dari total pagu Rp2,2 triliun dan belanja barang dan jasa terserap Rp1,31 triliun dari pagu anggaran Rp1,6 triliun atau 78,28 persen.

‎Kemudian belanja hibah terserap Rp272 miliar dari pagu Rp326 miliar. Untuk belanja bantuan sosial terserap sekitar Rp114 miliar dari total pagu anggaran Rp170 miliar.

‎”Rata-rata sudah melampaui 50 persen untuk serapannya,” jelas Ani.

‎Sementara Wakil Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri, mengapresiasi serapan APBD 2025 nyaris menyentuh target 80 persen. Namun di sisi lain sisa serapan otomatis menjadi silpa.

‎”Jika dihitung sisa serapan mencapai Rp1,5 triliun, dan ini menjadi silpa,” tandasnya.(jk)

Pos terkait