SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, memastikan revitalisasi tiga ruang publik utama, yakni Pasar Kota Bojonegoro, Alun-alun Bojonegoro, dan Taman Rajekwesi akan dilaksanakan pada 2026. Total anggaran yang dialokasikan dalam APBD Bojonegoro 2026 mencapai sekira Rp130,5 miliar.
Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro, Beni Kurniawan, mengatakan, seluruh perencanaan teknis dan penganggaran revitalisasi telah disiapkan.
“Revitalisasi tiga ruang publik itu dipastikan mulai dilaksanakan pada 2026. Perencanaan dan anggarannya sudah siap. Mohon doa dan dukungannya,” kata Beni Kurniawan kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (13/1/2026).
Revitalisasi terbesar, kata Beni, difokuskan pada Pasar Kota Bojonegoro dengan nilai anggaran mencapai Rp80 miliar. Lebih dari dua setengah kali anggaran revitalisasi dua obyek lainnya, yaitu Alun-alun Bojonegoro dialokasikan sebesar Rp28 miliar, Taman Rajekwesi sebesar Rp22,5 miliar.

Bangunan pasar yang berada di tepi Bengawan Solo tersebut, lanjut Beni, akan dibongkar total dan dibangun kembali menjadi gedung tiga lantai.
Pada lantai satu dan dua akan digunakan untuk lapak atau kios pedagang. Sementara lantai tiga direncanakan sebagai sarana olahraga sekaligus kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bojonegoro.
Sementara revitalisasi Alun-alun Bojonegoro tidak dilakukan dengan pembongkaran total. Namun, akan dilakukan sejumlah perubahan signifikan untuk mempercantik dan mengidealkan fungsinya sebagai ruang publik.

Misalnya alun-alun akan dipercantik dan ditata ulang agar lebih nyaman bagi pengunjung dan terlihat lebih representatif.
”Demikian pula pada Taman Rajekwesi. Salah satu hal menarik dalam revitalisasi taman tersebut adalah rencana pembangunan panggung seni sebagai ruang ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat,” tambah Beni.
Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bojonegoro, Achmad Gunawan Ferdiansyah, menyatakan keyakinannya terhadap proyek revitalisasi tersebut. Menurut dia, setelah selesai direvitalisasi, tiga ruang publik itu akan menjadi lebih baik dan ideal bagi masyarakat.
“Selain meningkatkan kualitas ruang publik, revitalisasi ini juga akan menjadi wajah baru Bojonegoro yang modern dan inklusif,” tandasnya.(fin)





