SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Tuban — Rapat Koordinasi Daerah Provinsi (Rakordaprov) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menjadi momentum penting dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempererat sinergi lintas sektor.
Kegiatan dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PPDI Jatim dan Bank Jatim, serta peringatan Isra’ Mi’raj itu digelar di Resto Kayu Manis, Kabupaten Tuban, Sabtu (24/1/2026). Selain itu ada pula agenda penyerahterimaan penghargaan kepada para pengurus PPDI dari berbagai kabupaten yang berpretasi dari beragam kategori.
Rakordaprov PPDI Jatim ini dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur Ir. Budi Sarwoto, Wakil Ketua IV DPRD Jatim Sri Wahyuni, serta jajaran pimpinan Bank Jatim.
Hadir Vice President Hubungan Kelembagaan Bank Jatim Pusat, Rahman Subiantoro, Vice President Consumer Bank Jatim, Diana Safitri, Vice President Dana dan Jasa, Yeti Fitria, serta Kepala Dinas DPMD Kabupaten Tuban Sugeng Purnomo.
Selain itu, kegiatan ini juga diikuti pimpinan Bank Jatim kabupaten/kota se-Jawa Timur, pengurus PPDI Provinsi Jawa Timur, Srikandi PPDI, Satgas PPDI Jatim, serta Ketua PPDI Jawa Timur Sutoyo M. Muslih.
Wakil Ketua IV DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menilai Rakordaprov ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang strategis untuk memperkuat posisi perangkat desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat akar rumput.
“Rakordaprov ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi serta sinergi lintas sektor,” ujar Sri Wahyuni di sela kegiatan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya penandatanganan MoU antara PPDI Provinsi Jawa Timur dengan Bank Jatim. Menurutnya, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mendorong penguatan kelembagaan sekaligus peningkatan kesejahteraan anggota PPDI di seluruh Jawa Timur.
“Selamat atas terselenggaranya penandatanganan MoU dengan Bank Jatim. Ini langkah strategis untuk mendorong penguatan kelembagaan dan peningkatan kesejahteraan anggota PPDI,” tegasnya.
Polisi asal Fraksi Partai Demokrat ini menambahkan, DPRD Provinsi Jawa Timur pada prinsipnya mendukung penuh kolaborasi yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan desa.
Sinergi antara organisasi perangkat desa dan sektor perbankan daerah diyakini dapat membuka akses pembiayaan, layanan keuangan, serta penguatan kapasitas desa secara lebih luas.
“DPRD Jawa Timur tentu mendukung kolaborasi yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi kemajuan desa serta pembangunan Jawa Timur. Semoga kerja sama ini berjalan optimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” imbuhnya.
Sri Wahyuni juga menyoroti makna peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dalam kegiatan Rakordaprov PPDI Jatim tersebut. Menurutnya, peringatan Isra Mi’raj menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh elemen, khususnya perangkat desa, untuk memperkuat nilai integritas, kejujuran, dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pelayanan publik.
“Nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mi’raj harus menjadi landasan moral dalam bekerja, terutama bagi perangkat desa yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat,” ujar Sri Wahyuni.
Ia menambahkan, penguatan spiritualitas melalui peringatan Isra Mi’raj diharapkan dapat berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan dan kesejahteraan perangkat desa.
”Dengan keseimbangan antara nilai moral dan profesionalisme, perangkat desa dinilai mampu memberikan pelayanan yang lebih humanis, adil, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” tuturnya.
Ketua PPDI Provinsi Jawa Timur, Sutoyo M. Muslih, menegaskan bahwa kerja sama antara PPDI Jawa Timur dan Bank Jatim merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan organisasi perangkat desa di seluruh wilayah Jawa Timur.
Ia berharap kolaborasi ini dapat memberi manfaat nyata bagi anggota PPDI, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan dan perlindungan ekonomi perangkat desa.
“MoU ini bukan hanya kerja sama formal, tetapi ikhtiar bersama untuk memperkuat kesejahteraan perangkat desa sebagai garda terdepan pelayanan publik di desa,” tegas Sutoyo.
Melalui forum ini, PPDI Jatim berharap sinergi yang terbangun dapat semakin memperkuat peran perangkat desa dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(fin)
Rakordaprov PPDI Jatim Perkuat Konsolidasi, DPRD Apresiasi MoU Strategis dengan Bank Jatim





