SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono kembali melakukan Medhayoh di Desa Sobontoro dan Sidobandung, Kecamatan Balen, Rabu (28/1/2026). Program medhayoh (berkunjung) ini sebagai ruang silaturahmi, dialog, dan pencarian solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat desa.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah mengawali rangkaian Medhayoh di Desa Sobontoro, tepatnya di kawasan Sumur Mojo. Kemudian beranjak di Desa Sidobandung untuk melihat embung yang dijadikan wisata di desa tersebut. Juga menabur benih ikan.
Bupati bersama rombongan juga melihat pembangunan infrastruktur jalan rigid beton program bantuan keuangan khusus desa (BKKD) tahun 2025 di Desa Mulyoagung, Kecamatan Balen.

Dengan diboncengkan motor, Bupati Wahono melihat langsung pembangunan infrastruktur dan pertanian. Profesional muda asal Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo, itu menyapa warga dan berbincang-bincang.
Bupati Setyo Wahono mengapresiasi capaian Desa Sobontoro yang telah masuk kategori swasembada pangan. Bupati menyampaikan peningkatan hasil pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan air, pupuk, dan bibit, tetapi juga pada pengelolaan tanah, pola tanam, serta kesadaran menjaga kelestarian lingkungan.
“Pendampingan dan penerapan praktik pertanian yang tepat menjadi kunci agar hasil panen meningkat tanpa merusak lingkungan,” kata Bupati.
Dia menjelaskan, program Medhayoh bukan kunjungan seremonial, melainkan ruang silaturahmi, dialog, dan pencarian solusi atas persoalan riil yang dihadapi desa.

Bupati juga menekankan pentingnya penguatan potensi desa serta validitas data sosial sebagai dasar perencanaan pembangunan. Maka Medhayoh penting untuk menggali potensi desa dan menjawab kebutuhan masyarakat.
“Hari ini kami ingin mendengar langsung dari warga agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran. Tadi berbagai aspirasi disampaikan warga, mulai dari persoalan pertanian, kebutuhan air irigasi, pupuk, hingga penguatan program ketahanan pangan,” kata Bupati.
Kepala Desa Sobontoro, Mursim menyampaikan, sektor pertanian menjadi tulang punggung ketahanan pangan desa. Dari luas wilayah sekitar 229 hektare, lahan pertanian irigasi mencapai 180 hektare dengan produktivitas padi lebih dari 7 ton per hektare setiap panen.
“Dari dua kali panen, total produksi padi Desa Subontoro mencapai sekitar 2.500 ton per tahun. Itu dengan 80 persen hasil panen dijual dan 20 persen dikonsumsi untuk kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Mursim menjelaskan, selain padi pengembangan tanaman palawija juga turut menopang ketahanan pangan Desa Sobontoro. Dalam dialog bersama kelompok tani, para petani berharap adanya pendampingan berkelanjutan dan peningkatan kompetensi.
“Itu untuk mendorong produktivitas pertanian yang lebih optimal,” ujarnya.
Kepala Desa Sidobandung, Sukijan mengungkapkan, rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Bojonegoro. Ia berharap kunjungan tersebut membawa motivasi serta konsep pengembangan desa, khususnya terkait potensi wisata desa yang berada di kawasan persawahan.
“Desa Sido Bandung memiliki potensi wisata yang sudah berjalan beberapa tahun. Kami berharap arahan dari Bapak Bupati agar wisata desa ini dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” terangnya.(jk)





