Medhayoh di Ngraho, Bupati Wahono Serap Aspirasi Warga Desa Ring 1 Migas Blok Cepu

Bupati Setyo Wahono medhayoh
MEDHAYOH : Bupati Bojonegoro Setyo Wahono serap aspirasi warga desa ring 1 Migas Blok Cepu di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

SuaraBanyuurip.com – Sasongko

Bojonegoro – Bupati Bojonegoro Setyo Wahono kembali menyapa masyarakat melalui program Medhayoh di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah daerah dan warga untuk menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat desa.

‎Desa Ngraho merupakan salah satu dari 12 desa ring satu dan penghasil minyak dan gas bumi (Migas) Banyu Urip, Blok Cepu, di wilayah Kecamatan Gayam.

‎Didampingi Camat Gayam Erna Zulaikah, Direktur Utama PT ADS Mohammad Kundori, Direktur PDAM Khairul Anwar, jajaran kepala OPD, serta Forkopimcam Gayam, Bupati Setyo Wahono mengawali rangkaian Medhayoh di kawasan wisata religi Prahu Besi Kuno.

‎Dalam dialog, salah satu petani asal Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, Sri Handayani, menyampaikan keluhan terkait serangan hama tikus yang masih menjadi persoalan utama bagi petani. Menurut Handayani, upaya gerakan serentak pembasmian hama tikus yang dilakukan belum mampu mengatasi masalah tersebut secara maksimal.

‎“Kami berharap dari dinas pertanian ada bantuan alat penyemprotan hama tikus bisa melalui desa atau gapoktan. Saat ini jumlah alat yang tersedia masih sangat terbatas, satu desa hanya memiliki satu hingga dua unit,” ujarnya.

Baca Juga :   Medhayoh di Sekar, Pemkab Bojonegoro Serius Tangani Stunting dan Potensi Wisata
Bupati Setyo
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Camat Gayam Erna Zulaikah dan terkait sedang melakukan pengecekan kondisi lahan pertanian setempat.

‎Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Setyo Wahono langsung meminta Dinas Pertanian untuk memprogramkan bantuan alat penyemprotan guna mendukung pengendalian hama tikus di wilayah pertanian Kecamatan Gayam.

‎Menurut putra Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini, peningkatan hasil pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan air, pupuk, dan bibit, tetapi juga pengelolaan lahan, pola tanam yang tepat, serta kesadaran menjaga keseimbangan lingkungan.

‎“Selain gerakan massal pemberantasan hama tikus dan penyediaan alat penyemprotan, pola tanam serentak juga perlu diterapkan petani. Cara ini juga dapat membantu menekan perkembangan hama tikus,” kata Bupati Wahono.

Bupati Setyo Wahono
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama pihak terkait menanam pohon di kawasan wisata religi Prahu Besi Kuno di Desa Ngraho, Kecamatan Gayam.

‎Mas Wahono, sapaan akrabnya, menegaskan, program Medhayoh bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan sarana silaturahmi, dialog, dan pencarian solusi atas persoalan riil yang dihadapi masyarakat desa.

‎“Hari ini kami ingin mendengar langsung kebutuhan warga agar solusi yang diambil benar-benar tepat sasaran. Berbagai aspirasi telah disampaikan, mulai dari sektor pertanian hingga potensi pengembangan desa,” tandasnya.

‎Sementara itu, Camat Gayam, Erna Zulaikah, mengapresiasi kehadiran Bupati Bojonegoro di wilayahnya. Diharapkan kunjungan tersebut dapat mendorong pengembangan potensi desa, khususnya sektor wisata dan pertanian.

‎“Kami berharap arahan dari Bapak Bupati dapat menjadi motivasi bagi pengembangan wisata desa, dan pertanian sehingga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” katanya.

‎Usai berdialog dengan warga, Bupati Setyo Wahono bersama jajaran kepala OPD, kepala desa dan perangkat, Forkopimcam, kelompok tani serta terkait melakukan penanaman pohon di kawasan wisata religi Prahu Besi Kuno serta meninjau kondisi lahan pertanian melalui pengecekan unsur hara tanah setempat.(ko)

Pos terkait