Isu Perpanjangan Blok Cepu, BPE Usulkan Aktivasi Lapangan Giyanti

Lapangan Migas Giyanti
Lapangan Giyanti di WKP Blok Cepu, turut Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.(suarabanyuurip.com/istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Blora – Konon, perpanjangan kontrak Exxon Mobil di Wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu tengah diupayakan berbagai pihak. Kabar ini mengemuka dari pemangku kepentingan pada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yakni Blora Patra Energi (BPE).

‎Terkait rencana perpanjangan kontrak tersebut, BPE memiliki usulan agar setidaknya perpanjangan kontrak maksimal mencapai 20 tahun. Usul ini tersampaikan melalui Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

‎Komisaris BUMD PT BPE, Seno Margo Utomo, mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora mendukung penuh rencana perpanjangan kontrak Exxon Mobil hingga 2055 di Blok Cepu.

‎Sebab, sejak mulai berproduksi pada 2008 hingga 2025, Blok Cepu telah memberikan kontribusi kumulatif lebih dari 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp579 triliun kepada pemerintah.

‎“Blora sangat mendukung rencana perpanjangan kontrak Exxon Mobil hingga 2055 di Blok Cepu,” katanya dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (29/1/2026).

‎Produksi minyak Blok Cepu sempat mencapai puncaknya pada 2018 dengan angka sekitar 220.000 barel minyak per hari (barrel of oil per day/bopd). Pada 2020, produksi masih berada di kisaran 210.000 bopd.

‎Sementara pada periode 2024–2025, rata-rata produksi harian berada di kisaran 144.000 hingga 180.000 bopd, atau sekitar 30 persen dari total lifting nasional.

‎“Pembicaraan perpanjangan kontrak yang saat ini berjalan dengan pemerintah pusat juga melibatkan empat daerah pemilik wilayah, termasuk Blora,” terangnya.

‎Dalam forum dimaksud, Blora turut mengusulkan aktivasi Lapangan Gas Giyanti yang berada di Kecamatan Sambong. Menurut Seno, aktivasi lapangan gas tersebut diharapkan tidak hanya menambah Dana Bagi Hasil (DBH) migas untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjamin ketersediaan energi di Blora.

‎“Terutama untuk mendukung rencana pembangunan kawasan industri terpadu di Blora,” tandas Seno.

‎Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, belum memberikan keterangan resmi. Sebab masih menunggu hasil routing konfirmasi ke Jakarta.(fin)

Pos terkait