SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kembali memperkuat sektor pertanian dengan mendorong petani memanfaatkan program peminjaman alat dan mesin pertanian (alsintan) secara gratis.
Program gratis ini dirancang agar para petani bisa bekerja lebih efisien dan hasilnya lebih optimal tanpa terbebani biaya sewa alat. Sehingga mampu mendongkrak tingkat produksi.
Program yang digulirkan oleh DKPP ini memberikan kesempatan bagi petani atau kelompok tani untuk meminjam alat seperti traktor roda empat, combine harvester, dan drone sprayer tanpa biaya sewa. Tujuannya jelas, membantu petani meningkatkan produksi pertanian di wilayah Bojonegoro dengan dukungan teknologi yang memadai.
Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan, syarat pengajuan cukup sederhana. Petani hanya perlu mengajukan surat permohonan resmi dilampiri dokumen seperti fotokopi KTP Ketua Kelompok Tani (Poktan) atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
”Tim dari DKPP kemudian akan melakukan verifikasi dan survei kebutuhan alat sesuai luas lahan yang dikelola,” kata Zaenal Fanani dalam keterangan tertulis diterima Suarabanyuurip.com, Sabtu (31/1/2026).
Dijelaskan, masa peminjaman standar untuk alsintan adalah 20 hari, namun kelompok tani tetap bisa mengajukan perpanjangan waktu bila diperlukan. Selama masa penggunaan, ada beberapa tanggung jawab yang menjadi wewenang peminjam, seperti pengambilan dan pengembalian alat serta kebutuhan operasional seperti bahan bakar.
Untuk petani yang belum memiliki operator alat, DKPP siap membantu menyediakan tenaga yang sudah mendapatkan pelatihan. Harapannya, sinergi ini tak hanya membuka akses teknologi modern.
”Pun diharapkan mendorong target swasembada pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di Bojonegoro,” tutur Zaenal.
Terpisah, salah satu petani anggota poktan asal Kecamatan Dander, Sandi Wijaya, menyambut baik adanya program peminjaman alsintan gratis dari Pemkab Bojonegoro. Menurutnya, keberadaan alsintan modern mampu mempercepat proses tanam hingga panen.
“Kalau pakai alsintan gratis ini jelas meringankan petani. Biasanya kami harus sewa dengan biaya cukup besar, sekarang bisa dialihkan untuk kebutuhan pupuk atau perawatan tanaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penggunaan combine harvester juga membuat pekerjaan lebih efisien dan mengurangi kehilangan hasil panen. Sebab panen menjadi lebih cepat, tenaga tidak terkuras, dan hasilnya juga lebih bersih.
”Harapan kami program seperti ini terus berlanjut dan merata ke kelompok tani,” tandasnya.(fin/adv)
DKPP Bojonegoro Ajak Petani Maksimalkan Alsintan Gratis untuk Dongkrak Produksi





