Harga Gabah di Bojonegoro Tembus Rp6.900 per Kilogram

Petani Bojonegoro
HARGA STABIL : Petani di sekitar ladang minyak dan gas bumi di Kabupaten Bojonegoro saat menjual gabah hasil panen mereka kepada tengkulak. ‎

SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko

Bojonegoro — Memasuki panen raya padi tahun ini, harga gabah di wilayah sekitar ladang minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terpantau cukup stabil. Kondisi ini berbeda dengan tahun lalu yang kerap mengalami fluktuasi harga.

Salah satu petani Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kaklim mengaku, harga gabah tahun ini tergolong cukup baik. Per kilogramnya masih berkisar antara Rp6.100 hingga Rp6.300. Dibandingkan tahun lalu yang kadang kurang dari Rp6.000 per Kg.

‎“Alhamdulillah, tahun ini harganya stabil. Sebanyak 2 ton padi hasil panen saya jual, dan sebagian lagi saya simpan untuk persediaan makan keluarga,” kata warga desa penghasil minyak Banyu Urip, Blok Cepu tersebut kepada Suarabanyuurip.com, Senin (9/3/2026).

‎Terpisah seorang tengkulak gabah, Prapto, mengatakan, bahwa harga gabah pada panen raya tahun ini tergolong lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan, harga gabah saat ini berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram (kg).

Baca Juga :   Pedagang Plaza Cepu Segera Direlokasi

‎“Gabah kering tahun ini saya setor gudang diterima dengan harga Rp6.800 sampai Rp6.900 per kg. Sedangkan tahun lalu mentok di harga Rp6.500 per kg, bahkan kadang turun sampai Rp6.200 per kg,” ujar Prapto.

Pria yang berdomisili di desa sekitar sumur migas Tiung Biru (TBR) tersebut menjelaskan, bahwa aktivitas pembelian gabah petani dilakukan di desa sekitar sumur Migas TBR, di antaranya di Desa Malingmati, Turi, Kalisumber, Gamongan dan lain sebagainya. Dengan harga berkisar Rp6.100 hingga Rp6.300 per kg. Besaran harga tersebut menyesuaikan dengan kualitas gabah serta jarak lokasi pengambilan.

‎“Harga segitu itu sudah termasuk dipotong biaya kombi (biaya panen menggunakan mesin),” imbuh warga Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo itu.

Menurutnya, stabilnya harga gabah pada musim panen kali ini cukup membantu petani karena memberikan kepastian harga yang lebih baik dibandingkan tahun lalu yang sering mengalami penurunan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait