SuaraBanyuurip.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro menggelar talkshow dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Senin (10/2/2026).
Kegiatan bertema “Jurnalis Harus Bekerja Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik” ini disiarkan secara langsung melalui Radio Malowopati FM 95,8 MHz dari Studio Radio Malowopati FM, Jalan AKBP M. Soeroko, Bojonegoro.
Talkshow menghadirkan Ketua PWI Kabupaten Bojonegoro, Sasmito Anggoro, sebagai narasumber dengan host Arviesta Hendrawijaya. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai profesi wartawan sekaligus memperkuat profesionalisme insan pers.
Dalam kesempatan tersebut, Sasmito menegaskan, bahwa profesi wartawan tidak dapat dijalankan secara sembarangan. Setiap jurnalis wajib bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik, mengikuti uji kompetensi, serta memiliki sertifikat kompetensi.
“Wartawan harus bekerja secara profesional dan bertanggung jawab. Tidak semua orang bisa mengaku sebagai wartawan tanpa melalui proses yang jelas,” tegas Sasmito.
Dijelaskan, hingga saat ini masih ditemukan oknum yang mengatasnamakan wartawan namun tidak memahami aturan dan etika jurnalistik.
”Hal tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat serta merusak citra pers,” ujarnya.
Sasmito juga menekankan pentingnya pemberitaan yang berimbang. Menurutnya, wartawan harus menghadirkan lebih dari satu narasumber agar informasi yang disampaikan tidak berat sebelah.
“Minimal ada dua atau tiga narasumber agar berita tetap objektif dan sesuai kaidah jurnalistik,” ucapnya.
Selain itu, talkshow juga membahas peran media dalam mendukung penyebarluasan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui sinergi bersama Kominfo. Media diharapkan mampu menjadi penyampai informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada publik.
Di era digital, tantangan jurnalistik dinilai semakin kompleks, termasuk dengan hadirnya teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Sasmito mengingatkan agar jurnalis tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dalam menyusun berita.
“Proses konfirmasi tetap harus diutamakan. Jangan hanya mengandalkan AI karena berisiko menimbulkan informasi keliru,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, PWI Kabupaten Bojonegoro mengajak seluruh insan pers untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta komitmen dalam menjunjung tinggi kode etik jurnalistik demi menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan terpercaya bagi masyarakat.(red)
Peringati HPN 2026, Kominfo dan PWI Bojonegoro Tekankan Pentingnya Kode Etik Jurnalistik





