SuaraBanyuurip.com – Sami’an Sasongko
Bojonegoro – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Pengurus Cabang Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Kabupaten Bojonegoro – Pusat Madiun, menggelar kegiatan ziarah ke makam para tokoh SH Terate, pada Minggu kemarin (15/2/2026).
Kegiatan bertajuk “Sambang Astana” tersebut menjadi bagian dari tradisi menyambut Ramadhan sekaligus momentum untuk mengenang jasa dan pengabdian para pendahulu yang telah berperan dalam membesarkan SH Terate di Bojonegoro.
Ziarah kubur sebelum Ramadhan kerap dimaknai sebagai bentuk persiapan batin menyongsong bulan suci. Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, menata hati, serta meningkatkan amal ibadah.
Ketua Cabang SH Terate Bojonegoro, Wahyu Subakdiono, dalam pesannya di grup WhatsApp menyampaikan, bahwa banyak saudara seperguruan yang telah memberikan makna, pengabdian, serta nilai manfaat bagi organisasi, dan kini telah berpulang.
“Dalam menyongsong bulan Ramadhan, mari kita doakan agar almarhum para pendahulu mendapat berkah dan karunia dari Allah SWT, serta segala amal dan ajaran yang telah diwariskan diterima oleh-Nya,” kata Kangmas Wahyu, sapaan akrabnya dikutip SuaraBanyuurip.com, Selasa (17/02/2026).
Rangkaian ziarah diawali di makam almarhum H. Maskuri di TPU Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro. Selanjutnya rombongan bertolak ke makam almarhum Nuzulul Hudaya di Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro, dan ditutup dengan ziarah ke makam almarhum Suyono di Desa Tikusan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan yang diisi dengan pembacaan doa dan tahlil ini dipimpin oleh Kyai Mashur serta dihadiri para warga sepuh dan senior SH Terate, di antaranya Sutrisno, Tri Wahyu Utomo, Djamari, dan Ruju.
Mewakili jajaran pengurus cabang, Tri Wahyu Utomo, mengapresiasi pelaksanaan Sambang Astana dan berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Ziarah ke makam para tokoh SH Terate menjadi momentum untuk selalu mengingat jasa dan pengabdian para pendahulu dalam mengembangkan SH Terate di Bojonegoro,” ujar pria yang akrab disapa Mas Ut itu.
Sementara itu, melalui pesan WhatsApp, Moh. Mastur, selaku ahli waris almarhum Maskuri menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Mas Moh, demikian Moh. Mastur karib disapa, juga mendoakan agar seluruh kebaikan yang dilakukan dalam kegiatan tersebut mendapat balasan berlipat dari Allah SWT.
Kegiatan Sambang Astana ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan menjelang Ramadhan, tetapi juga menjadi penguat nilai persaudaraan serta pengingat akan pentingnya menghargai jasa para pendahulu dalam perjalanan organisasi. (sam)
Sambang Astana Jelang Ramadan, SH Terate Bojonegoro Kenang Jasa Para Pendahulu





