SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Minimnya gedung atau panggung seni yang representatif di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, selama dua dekade terakhir mulai dicarikan solusi. Salah satunya dengan mengoptimalkan fungsi Taman Bengawan sebagai ruang alternatif pertunjukan seni.
Selama ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro tercatat telah membangun sedikitnya delapan gedung olahraga (GOR) yang tersebar dari kawasan kota hingga kecamatan. Namun, fasilitas khusus untuk kegiatan seni belum tersedia secara memadai.
Kondisi itu mendorong pemanfaatan Taman Bengawan yang berada di timur Pasar Kota Bojonegoro. Pada akhir 2025 lalu, taman tersebut dipercantik dengan anggaran hampir Rp 400 juta. Hasilnya, wajah taman kini lebih tertata, fungsional, dan memiliki area yang menyerupai panggung di sisi timur.
Area tersebut cukup luas, dilengkapi lampu, kanopi, serta aliran listrik yang mendukung penggunaan perangkat elektronik. Secara visual dan tata ruang, lokasi itu dinilai memadai untuk pertunjukan teater, musik akustik, pembacaan puisi, hingga kegiatan seni nonkolosal lainnya.
Di bagian depan, tersedia ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan sebagai area penonton, baik dengan kursi maupun lesehan. Letaknya yang berada di tepi Bengawan juga memberikan suasana alami dengan hembusan angin sungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Luluk Alifah mengatakan, bahwa Taman Bengawan merupakan ruang publik sekaligus ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan positif, termasuk seni dan budaya.
“Silakan bersurat ke kami dulu, jika hendak memanfaatkan Taman Bengawan,” kata Luluk Alifah kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (28/2/2026).
Perempuan yang pernah menjabat Kepala BPKAD ini menjelaskan, selama kegiatan yang diajukan bersifat positif dan sesuai aturan, DLH akan memberikan izin penggunaan taman tersebut.
”Rencana pembangunan panggung seni permanen masih sebatas wacana,” ungkap Bupati Bojonegoro Setyo Wahono kala menyampaikan rencana tersebut dalam agenda Ngopi Bareng di Taman Rajekwesi pada awal 2025.
Panggung seni itu direncanakan menjadi bagian dari proyek revitalisasi Taman Rajekwesi. Saat ini, proyek tersebut masih dalam proses administratif dengan estimasi anggaran sekira Rp22 miliar.
”Jika terealisasi, keberadaan panggung seni permanen diharapkan dapat melengkapi fasilitas publik di Bojonegoro, sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni lokal,” ujar Mas Wahono, sapaan akrab Bupati Bojonegoro.(fin/adv)
Taman Bengawan Disiapkan Jadi Panggung Seni Alternatif di Bojonegoro





