SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari
Bojonegoro — Dewan Kebudayaan Bojonegoro (DKB) medhayoh (bertamu) ke rumah dinas (Rumdin) Bupati Setyo Wahono, Selasa (6/5/2025). Dalam pertemuan yang terbalut suasana penuh keakraban itu, para seniman dan budayawan menyampaikan aspirasinya.
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Welly Fritama, menerima kedatangan sekira 30 anggota DKB. Mereka dipimpin oleh M. Kuzaini alias Kang Zen Samin.
Adapun beberapa tokoh seni dan budaya ini antara lain Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Bojonegoro, Ragil Sujito, drg. Sofan Solikin mewakili seni barongsai, pendongeng dan seniman ventriloquist Achmad Agung Ferrianto alias Kak Ferry, para seniman sandur, ketoprak, perupa, dan para guru kesenian dari berbagai satuan pendidikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada para penggerak dan pegiat kesenian di Bojonegoro khususnya Dewan Kebudayaan yang hari ini medhayoh ke kami di rumah dinas,” kata Bupati Setyo Wahono dalam wawancara cegat kepada Suarabanyuurip.com.
Dengan munculnya para pegiat seni, Mas Wahono, begitu ia karib disapa, mewakili Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro sangat menghargai sekaligus berharap, agar mereka selalu memberikan bahan masukan kepada pihaknya. Terutama terkait budaya dan kearifan lokal.
“Barangkali sekarang kita sudah lupa dengan seni budaya dan kearifan lokal, sehingga pemerintah wajib hadir,” lanjut Mas Wahono.

Kehadiran pemerintah dalam hal itu, menurut pria asli Desa Dolokgede, Kecamatan Tambakrejo ini, yakni berkewajiban melindungi, mengembangkan, dan memperbaiki tata kelola seni dan budaya.
“Sehingga mereka (seniman dan budayawan) tetap bisa hidup dan memberi dampak yang baik dan positif kepada masyarakat dan terjadi pengembangan ekonomi dari para pegiat-pegiat seni ini,” ujarnya.
Sementara Ketua Dewan Kebudayaan Bojonegoro, Kang Zen Samin mengatakan, bahwa pihaknya menghadap Bupati Wahono guna menyampaikan aspirasi perihal iklim kesenian dan kebudayaan setempat.
“Ada beberapa hal yang kami sampaikan, misalnya pelestarian dan pengembangan seni dan budaya asli Bojonegoro,” katanya kepada Suarabanyuurip.com.
Dijelaskan, bahwa Bojonegoro memiliki seni budaya asli. Seperti Wayang Thengul, Seni Gendron Ayon-ayon, Oklik, dan Sandur. Aspirasi tersebut mendapat respon positif dari Bupati Wahono, dan akan diwujudkan melalui beberapa program ke depan.
“Ini tentu menjadi motivasi tersendiri bagi teman-teman seniman untuk mengembangkan kreatifitasnya sehingga memukau dan mampu menarik pengunjung ke Bojonegoro,” ungkap pria yang juga jurnalis kawakan ini.
Dengan begitu, nantinya tak hanya seniman yang akan sejahtera, tetapi akan berdampak pula menghidupkan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM). Harapannya, aspirasi yang telah disebutkan itu mendapat dukungan dari pemerintah setempat.
“Tujuan kami mendapat dukungan, dan beliau (bupati, red.) sangat merespon, maka kami berdoa semoga beliau berdua (bupati dan wakil bupati) selalu diberi kesehatan sehingga bisa mewujudkan harapan teman-teman seniman Bojonegoro untuk dapat terangkat mulai tingkat regional Jatim sampai nasional,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu perwakilan seniman, drg. Sofan Solikin menambahkan, para pelaku seni dan budaya memiliki asa yang sama agar mereka mendapat tempat. Gagasannya ialah para pegiat mengembangkan kesenian dan kebudayaan dan kemudian ditampung dalam suatu paket wisata di Bojonegoro.
Maka ke depan, para pelaku seni dan budaya ini dapat dilibatkan dalam kegiatan wisata di Bojonegoro, untuk tampil dengan jadwal yang tertata, sehingga wisatawan bisa tahu ada agenda seni budaya di suatu tempat.
“Ini akan membuat seni budaya bangkit, yang pada akhirnya menjadikan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tegasnya.
Senada, Seniman Ventriloquist, Kak Ferry berharap, ada sebuah tempat semacam gedung kebudayaan sebagai wadah berproses, belajar, dan berkarya. Sekaligus sebagai penampung dan penampil hasil karya. Baik dari anak-anak, seniman muda, dewasa maupun para senior.
“Kegiatan silaturahmi dengan Pak Bupati ini luar biasa, dan beliau siap memfasilitasi usulan para seniman dan budayawan, tetapi semua butuh proses,” tandas seniman yang ahli mendongeng ini.(fin)






