SuaraBanyuurip.com – Joko Kuncoro
Bojonegoro – Perum Bulog Cabang Bojonegoro, Jawa Timur menargetkan serapan gabah kering panen (GKP) sebanyak 90.242 ton pada 2026 ini. Hingga awal Januari ini Bulog juga telah menyerap 70 ton beras di petani wilayah Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.
Target serapan gabah 2026 ini, mengalami kenaikan sebesar 28 persen atau sebesar 63.250 ton GKP. Rinciannya, serapan GKP 90.242 ton, gabah kering giling (GKG) 12.000 ton atau setara beras sebesar 81.211 ton. Sedangkan target serapan jagung pipil kering 10.718 ton.
Pemimpin Cabang Bulog Bojonegoro, Ferdian Darma Atmaja menjelaskan, serapan hasil pertanian terutama kebutuhan dasar masyarakat merupakan rencana strategis penguatan ketahanan pangan nasional. Karena itu, serapan terus digenjot di tingkat petani.
“Awal Januari kami sudah menyerap gabah GKP sebanyak 138 ton atau setara 70 ton beras, dan jagung pipil kering 116 ton,” jelasnya, Minggu (25/1/2026).
Dia mengatakan, sebagian wilayah kerja Bulog sudah memasuki masa panen meski jumlahnya sedikit. Sehingga serapan masih belum maksimal, namun dilakukan di seluruh wilayah panen.
“Kami juga bekerja sama dengan beberapa penggilingan dan pengering jagung di wilayah Bojonegoro, Lamongan, Tuban untuk membantu penyerapan dan pengolahan gabah,” ujarnya.
Bulog juga kerja sama dengan penggilingan swasta, dan bersinergi dengan menggandeng petugas PPL dan Babinsa serta Babinkamtibmas untuk melakukan sosialisasi penyerapan gabah dan jagung ke petani-petani.
“Saat kita terus lakukan dengan gencar sosialisasi dengan berbagai pihak bahwa petani bisa melakukan penjualan ke Gudang Bulog Bojonegoro,” jelasnya.
Dia menambahkan, serapan gabah di petani dibeli sesuai HPP. Yakni dengan harga GKP Rp 6.500 per kilogram.
“Kami terbuka untuk petani mau menjual gabah kering panen dan jagungnya ke Bulog dan akan mendapatkan kepastian harga,” tambahnya.(jk)





