Hasil Sidak DKPP Bersama Bulog dan Kodim 0813 Temukan Harga Gabah di Bojonegoro Stabil

DKPP sidak harga gabah
FOTO BERSAMA : Kepala DKPP Zaenal Fanani, bersama Bulog, dan Kodim 0813 saat melakukan kunjungan langsung memantau harga gabah di Kecamatan Tambakrejo.(suarabanyuurip.com/istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro bersama Bulog dan Kodim 0813 Bojonegoro melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga gabah di wilayah panen. Hasilnya ditemukan bahwa harga gabah masih relatif stabil.

‎Sidak dilakukan di Kecamatan Tambakrejo, tepatnya di Desa Napis dan Desa Malingmati, dari hasil pemantauan lapangan secara langsung di Desa Napis dan Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejo, harga gabah dinilai masih dalam kondisi baik dengan kisaran Rp6.300 per kilogram untuk gabah lepas combine.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan, sebagian petani masih memanen padi secara manual. Hasil panen tersebut sebagian besar tidak dijual, melainkan digunakan untuk kebutuhan konsumsi keluarga.

“Dari hasil sidak kemarin (Kamis, 12 Maret 2026) di Tambakrejo, harga gabah masih di kisaran Rp6.300 lepas combine. Banyak petani yang memanen secara manual dan hasilnya tidak dijual, tetapi untuk konsumsi sendiri,” kata Zaenal Fanani kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (13/3/2026).

Dia menambahkan, pemerintah bersama TNI melalui Babinsa tetap siap mendampingi petani yang ingin menjual gabah ke Bulog. Bahkan Bulog membuka peluang luas bagi petani yang ingin menjual hasil panennya.

‎“Babinsa tetap siap mendampingi petani untuk menjual gabah ke Bulog. Bulog juga masih membuka peluang bagi petani yang ingin menjual gabahnya, bahkan siap melakukan penjemputan,” tambahnya.

‎Berdasarkan data yang dihimpun DKPP, harga gabah di sejumlah kecamatan di Bojonegoro relatif stabil di kisaran Rp6.500 hingga Rp6.800 per kilogram.

Baca Juga :   20 Desa Sudah Salurkan BLT DD Tahap Empat

‎”Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan harga gabah di Bojonegoro masih relatif stabil di tengah musim panen yang sedang berlangsung di berbagai wilayah,” tegas pria santun ini.

‎Zaenal menyatakan pula, apabila petani berkeinginan menjual gabah bisa menghubungi PPL, Bulog, atau DKPP sehingga mendapatkan harga yang layak, dan Bulog siap menjemput gabah dilapangan dengan pembelian minimal sesuai HPP.

‎Selain itu Bulog juga siap membeli gabah skema komersial dengan harga Rp7.000 per kilogram dengan diantar ke Bulog. Syaratnya adalah gabah dengan kadar air maksimal 25 persen.

‎”Apabila ada keluhan bisa menghubungi telepon ADUAN DKPP di nomor 081131196006,” lanjut Zaenal.

‎Terpisah, Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro menyatakan siap menyerap gabah hasil panen petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Harga tersebut merupakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 6 Tahun 2025.

Pemimpin Cabang (Pinca) Bulog Bojonegoro, Umar Said, mengaku, pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi petani, kelompok tani (poktan), maupun gabungan kelompok tani (gapoktan) untuk menjual gabahnya kepada Bulog. Langkah ini dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat produsen.

“Bulog berkomitmen hadir untuk petani. Penyerapan gabah dilakukan sesuai HPP Rp6.500 per kilogram di tingkat petani sebagaimana diamanatkan dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2025,” ujarnya.

Menurutnya, pembelian gabah dilakukan melalui berbagai mekanisme, termasuk melalui Tim Jemput Pangan (TJP) dan mitra pengadaan pangan Bulog yang dapat membeli gabah langsung di lokasi panen. Dengan cara ini, petani dapat menjual gabahnya tanpa harus menanggung biaya distribusi yang tinggi.

Baca Juga :   Lima Kecamatan di Bojonegoro Terima ADD Tahap Dua

“Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, seperti DKPP, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta Babinsa di wilayah desa untuk mempermudah proses penyerapan gabah dari petani,” imbuhnya.

‎Alumus Universitas Gajah Mada ini menegaskan, Bulog siap membeli gabah petani apabila harga di tingkat lapangan berada di bawah HPP. Kebijakan ini diharapkan dapat melindungi petani dari turunnya harga saat musim panen sekaligus menjaga ketersediaan cadangan pangan pemerintah.

‎”Dengan langkah ini, kami berharap penyerapan gabah petani di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya dapat berjalan optimal serta mendukung stabilitas pasokan beras nasional,” pungkasnya.(fin)

Berikut daftar kisaran harga gabah di beberapa kecamatan di Bojonegoro:

‎Dander: Rp6.600 – Rp6.700
‎Kanor: Rp6.600 – Rp6.800
‎Baureno: Rp6.600 – Rp6.700
‎Sumberrejo: Rp6.600 – Rp6.800
‎Trucuk: Rp6.600 – Rp6.700
‎Kapas: Rp6.700
‎Kedewan: Rp6.600 – Rp6.800
‎Kedungadem: Rp6.600 – Rp6.700
‎Gayam: Rp6.600 – Rp6.800
‎Padangan: Rp6.600 – Rp6.700
‎Malo: Rp6.600 – Rp6.700
‎Sukosewu: Rp6.600 – Rp6.700
‎Ngraho: Rp6.600 – Rp6.700
‎Purwosari: Rp6.500 – Rp6.800
‎Margomulyo: Rp6.600 – Rp6.700
‎Tambakrejo: Rp6.300 – Rp6.500
‎Ngasem: Rp6.600 – Rp6.800
‎Bojonegoro: Rp6.700 – Rp6.800
‎Gondang: Rp6.600 – Rp6.700
‎Ngambon: Rp6.700 – Rp6.800
‎Kasiman: Rp6.600 – Rp6.800
‎Kepohbaru: Rp6.600 – Rp6.700
‎Balen: Rp6.600 – Rp6.700
‎Temayang: Rp6.600 – Rp6.700
‎Bubulan: Rp6.600 – Rp6.700
‎Sekar: hasil panen dikonsumsi petani, tidak dijual
‎Kalitidu: Rp6.600 – Rp6.700
‎Sugihwaras: Rp6.500 – Rp6.700

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait