SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Perempatan Poros Umum Kecamatan (PUK) Ngasem menjadi favorit warga untuk ngabuburit dan membeli kebutuhan berbuka puasa selama Ramadan 2026. Kawasan yang berada di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, itu tampak ramai sejak awal bulan Ramadan hingga saat ini.
Puluhan pedagang menjajakan beragam kuliner khas berbuka puasa. Berbagai pilihan makanan tersedia, mulai dari gorengan, bakso, mie ayam, hingga aneka minuman segar seperti es buah di area perempatan sekitar Lapangan Gas Jambaran–Tiung Biru (JTB) dan Sumur Migas Alas Tuwa West (ATW) atau Alas Tuwa Barat tersebut.
Keramaian bahkan menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan menuju perempatan tersebut menjadi padat menjelang waktu berbuka. Jalan penghubung Ngasem–Ngambon, Ngasem–Dander, Ngasem–Kalitidu, hingga Ngasem–Gayam dipadati warga yang singgah untuk membeli jajanan. Kendati arus lalu lintas tetap lancar karena sejumlah anggota linmas desa setempat sigap mengatur.
“Bersama anak-anak tadi jalan cari makanan untuk buka puasa, ternyata kondisinya ramai sekali,” kata Anik, warga Desa Sendangharjo, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, perempatan Ngasem memang selalu menjadi pusat keramaian setiap Ramadan karena banyak pilihan makanan dan minuman untuk berbuka.
“Di perempatan Ngasem ini memang sudah menjadi jujugan masyarakat karena pilihannya lengkap. Mulai dari gorengan, bakso, mie ayam, es buah, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Pengunjung lainnya, Budiono, mengatakan, dirinya kerap datang ke lokasi tersebut untuk ngabuburit bersama keluarga sambil membeli makanan untuk berbuka.
“Sekaligus belikan jajanan anak dan mengajak bermain sambil menunggu waktu buka puasa,” katanya.
Salah satu penjual Es Buah, Mursidik mengaku, sejak awal Ramadan pembeli selalu ramai, terutama saat cuaca cerah.
”Kalau kondisi terang selalu ramai, tapi kalau hujan ya berkurang drastis. Kalau hasil, alhamdulillah cukup buat kebutuhan keluarga. Jadi berapapun hasil yang tak dapat selalu tak syukuri penting tidak merugikan orang lain dan cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” imbuhnya.
Terpisah Kepala Desa (Kades) Ngasem, Suhartono, menyambut baik banyak pedagang kecil berjualan di sekitar perempatan Ngasem. Sehingga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan ekonominya.
”Kalau tidak hujan, setiap sore menjelang buka puasa selalu ramai pengunjung. Karena itu semakin banyak yang jualan semakin bagus, karena UMKM bisa hidup, dan perekonomian bisa meningkat,” ujarnya.
Ditambahkan, guna pengguna jalan tetap lancar, pihaknya telah menugaskan enam personel linmas untuk mengatur arus lalu lintas di sepanjang ruas jalan perempatan Ngasem.
”Alhamdulillah meski pengunjung ramai, arus lalu lintas tetap berjalan lancar,” tandasnya.(ko)





