SuaraBanyuurip.com – Pemerintah memastikan pasokan energi nasional dalam kondisi aman dan andal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Kesiapan tersebut mencakup pasokan listrik nasional maupun ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Ketua Satuan Tugas Posko Nasional Sektor ESDM, Erika Retnowati menjelaskan, sistem ketenagalistrikan nasional memiliki cadangan daya yang cukup besar untuk mengantisipasi kebutuhan listrik selama Idulfitri. Pasokan listrik diperkirakan beban puncaknya akan mencapai 31.000 MW, sedangkan daya mampu pasoknya adalah 51.000 MW, sehingga terdapat cadangan sebesar 16.000 MW.
“Itu adalah 48% dari keseluruhan pasokan,” tegas dalam keterangan resminya, Jumat (13/3/2026).
Pihaknya juga telah memastikan sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali) sebagai tulang punggung pasokan listrik nasional juga berada dalam kondisi normal dan andal. Berdasarkan aliran daya sistem Jamali, beban puncak siang tercatat sekitar 34.377 MW dan beban puncak malam sekitar 34.308 MW.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat selama mudik, PT PLN (Persero) juga menyiapkan infrastruktur pengisian kendaraan listrik di jalur Trans Sumatra-Jawa-Bali. Sebanyak 1.681 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) tersedia di 994 lokasi dengan dukungan lebih dari 5.000 petugas yang bersiaga selama 24 jam. Selain itu, di jalur Trans Sumatra-Jawa-Bali (Jamali)disiapkan pula 15 unit SPKLU mobile untuk mengantisipasi kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik di titik-titik dengan mobilitas tinggi.
Dari sisi kesiapan operasional, PLN juga menyiagakan sekitar 72.053 personel serta berbagai peralatan pendukung seperti posko siaga, genset, uninterruptible power supply (UPS), unit gardu bergerak (UGB), hingga mobil crane yang tersebar di berbagai wilayah operasional.

Selain listrik, lanjut Erika, ketersediaan BBM dipastikan tetap terjaga selama periode mudik dan perayaan Idulfitri. Cadangan telah ditingkatkan, dan koordinasi dengan badan usaha penugasan.
“Posisi per hari ini untuk cadangan bensin itu mencapai 25 hari, dan bahkan untuk produk-produk tertentu seperti Pertadex itu, cadangannya mencapai 45 hari, dan untuk Aftur yang dibutuhkan oleh masyarakat mencapai 37 hari,” jelasnya.
Erika menegaskan, dengan kondisi cadangan tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan energi selama periode mudik dan perayaan Idulfitri. Pemerintah terus berupaya memastikan pasokan energi, baik listrik maupun BBM, tersedia secara aman dan andal sehingga masyarakat dapat melaksanakan mudik dengan lancar.(red)





