Pertamina Drilling di Blok Cepu dan Tuban Jaga Ketahanan Energi Selama Ramadhan

Pertamina drilling
Para Perwira Pertamina Drilling tetap bertugas selama bulan suci Ramadan.(ist/iwan)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro —  PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) memastikan seluruh kegiatan pengeboran minyak dan gas bumi (migas) di Blok Cepu dan Tuban, serta di seluruh wilayah operasi tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M.

‎Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan, momentum Ramadhan tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui operasional pengeboran yang andal dan selamat.

‎“Selama bulan puasa, seluruh kegiatan pengeboran tetap berjalan normal. Namun demikian, saya mengingatkan seluruh perwira untuk tetap mengutamakan faktor keselamatan, meskipun dalam kondisi berpuasa,” kata Avep Disasmita kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (11/3/2026).

‎Menurut Avep, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prioritas, terutama karena terdapat penyesuaian pola istirahat dan jam makan selama Ramadhan yang berpotensi memengaruhi kondisi fisik pekerja di lapangan.

‎Selain itu, Avep menegaskan, pentingnya budaya saling peduli dan saling mengingatkan antarpekerja demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja.

‎“Kita harus saling mengingatkan dan peduli kepada teman kerja. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai kelengahan sekecil apa pun menimbulkan risiko,” ujarnya.

‎Ditekankan juga pentingnya penerapan Stop Work Authority (SWA) oleh seluruh pekerja apabila menemukan potensi bahaya di lapangan. Hal ini sejalan dengan arahan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri yang terus mendorong penguatan budaya keselamatan di seluruh lini operasi Pertamina Group, termasuk di sektor jasa pengeboran.

‎“Jika ada kondisi yang tidak aman, jangan ragu untuk menghentikan pekerjaan. Lebih baik berhenti sejenak untuk memastikan semuanya aman, daripada memaksakan pekerjaan dengan risiko yang lebih besar,” tutur Avep.

‎Avep menegaskan, bahwa setiap pekerja memiliki kewenangan penuh untuk menghentikan pekerjaan apabila dinilai tidak aman melalui penerapan Stop Work Authority.

‎“Tidak ada target produksi yang lebih penting daripada keselamatan. Jika ada pekerjaan yang tidak aman, hentikan. Itu adalah bentuk tanggung jawab kita untuk melindungi diri sendiri, rekan kerja, dan operasional perusahaan,” tegas Avep.

‎Pun ia mengajak seluruh perwira Pertamina Drilling untuk menjadikan bulan puasa sebagai momentum meningkatkan keimanan sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada bangsa.

‎“Jadikan puasa ini untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menjadi energi positif bagi kita semua untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi negeri,” tuturnya.

‎Saat ini, Pertamina Drilling mengoperasikan sebanyak 37 rig dengan lebih dari 3.000 kru yang terlibat dan tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik di darat (onshore) maupun lepas pantai (offshore). Operasional tersebut mencakup wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Papua.

‎Di Blok Cepu dan Blok Tuban yang terletak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, terdapat tiga Rig Pertamina Drilling yang berstatus aktif beroperasi.

‎Dengan sebaran operasional yang luas, Pertamina Drilling berperan strategis dalam mendukung kegiatan eksplorasi dan produksi hulu migas nasional guna menjaga keberlanjutan energi di tengah dinamika tantangan global.

‎”Melalui komitmen terhadap kinerja operasi yang unggul dan penerapan standar keselamatan yang ketat, Pertamina Drilling siap untuk terus menjadi tulang punggung jasa pengeboran nasional, termasuk selama bulan suci Ramadhan,” tandasnya.(fin)

Pos terkait