RIG PDSI #40.3 Digunakan EMCL Sumbangkan Penghargaan Pertamina Drilling di Asia Tenggara

Lapangan Blok Cepu
RIG PDSI #40.3/DS1500-E yang digunakan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.(arifin jauhari)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih tiga penghargaan bergengsi dari International Association of Drilling Contractors (IADC) Southeast Asia Chapter.

‎Salah satu capaian paling menonjol datang dari RIG PDSI #40.3/DS1500-E yang digunakan oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) di Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu. Lapangan Banyu Urip berada di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Raihan ‎penghargaan di Asia Tenggara itu menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam menjaga standar keselamatan kerja (HSSE) di sektor pengeboran sepanjang tahun 2025.

‎Pertamina Drilling berhasil meraih penghargaan Best Recordable Incident Rate for Company for Onshore, yang diberikan kepada perusahaan dengan tingkat insiden kerja terendah.

‎Tak hanya itu, penghargaan juga diraih untuk kategori Best Recordable Incident Rate for Individual Unit for Onshore yang diberikan kepada RIG PDSI #40.3/DS1500-E (rig yang digunakan dalam operasional EMCL) atas kinerja keselamatan terbaik di tingkat unit.

‎Selain rig PDSI #40.3/DS1500-E itu, rig lainnya milik Pertamina Drilling juga mendapat penghargaan. Yakni RIG PDSI#26.1/H25CD-M, memperoleh penghargaan Recognition for Number of Years Recordable Incident Free for Onshore, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi dalam mencatatkan nihil insiden kerja dalam kurun waktu tertentu.

‎Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita mengatakan, bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh perwira Pertamina Drilling dalam menerapkan budaya keselamatan secara disiplin dan berkelanjutan.

‎“Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen kami dalam menjalankan operasional yang mengutamakan keselamatan, tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi sebagai budaya kerja yang melekat di setiap lini,” kata Avep Disasmita dalam keterangan resmi kepada Suarabanyuurip.com, Senin (6/4/2026).

‎Avep juga menegaskan, bahwa tiga penghargaan yang ia terima langsung dalam seremonial di Kuala Lumpur, Malaysia pada Rabu, 1 Maret 2026 itu tidak lepas dari peran seluruh pekerja di lapangan, termasuk yang terlibat dalam operasional rig yang mendukung EMCL, yang senantiasa mematuhi prosedur keselamatan serta menerapkan prinsip-prinsip HSSE secara konsisten.

‎IADC Southeast Asia Chapter sendiri merupakan organisasi internasional yang menaungi perusahaan-perusahaan di industri pengeboran, dengan fokus pada peningkatan standar keselamatan, efisiensi operasional, serta praktik terbaik di industri.

‎Penghargaan yang diraih Pertamina Drilling ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama di industri pengeboran regional yang tidak hanya unggul dalam kinerja operasional, tetapi juga dalam aspek keselamatan kerja.

‎Menurut Avep, dengan pencapaian ini, termasuk kontribusi dari RIG PDSI #40.3 yang digunakan EMCL, Pertamina Drilling diharapkan terus menjaga konsistensi dan meningkatkan standar keselamatan.

‎”Ini sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional secara berkelanjutan,” tandasnya.(fin)

Pos terkait