Tak Cuma Operasikan 3 Rig di Blok Cepu dan Tuban, Pertamina Drilling Eksis Tingkat Internasional ‎

Pertamina Drilling Indonesia
INTERNASIONAL: Pertamina Drilling saat mempresentasikan Integrated Drilling Engineering Supervisory and Services (IDESS) sebagai solusi engineering dan supervisi terintegrasi. Perkenalkan teknologi Extended Reach Reservoir Access (ERRA), di Kuala Lumpur, Malaysia.(istimewa)

SuaraBanyuurip.com — Arifin Jauhari

Bojonegoro – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencatatkan keberadaan tiga rig aktif di wilayah Blok Cepu dan Blok Tuban, yang menjadi bagian dari total 57 rig yang saat ini dioperasikan perusahaan di seluruh Indonesia. Selain kapasitasnya dalam layanan rig secara nasional ini, Pertamina Drilling juga berpatisipasi aktif pada agenda di kancah internasional.

‎Dari 57 rig Pertamina Drilling, dua rig beroperasi di Lapangan Migas Sukowati, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang masuk wilayah kerja Blok Tuban. Masing-masing adalah Rig PDSI#40.3 dengan kapasitas 1.500 HP dan Rig PDSI#38.3 dengan kapasitas 1.000 HP.

‎Satu rig lainnya, yakni Rig PDSI#40.3/DS1500-E tengah digunakan untuk kegiatan pengeboran sumur eksplorasi Darajingga (DRJ)-001 di wilayah kerja PT Pertamina EP Zona 11 Regional 4. Lokasi sumur ini berada di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang merupakan bagian dari kawasan Blok Cepu.

‎Keberadaan tiga rig tersebut menjadi bagian dari kontribusi Pertamina Drilling dalam mendukung peningkatan produksi minyak dan gas bumi (Migas) nasional, khususnya di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah yang memiliki peran strategis dalam sektor energi.

‎Secara keseluruhan, Pertamina Drilling saat ini mengoperasikan 57 rig, terdiri dari 53 rig darat (onshore) dengan kapasitas mulai dari 150 HP hingga 2.000 HP, serta didukung dua jack-up rig dan dua offshore workover rig.

‎Kapabilitas tersebut diperkuat dengan lebih dari 110 layanan pendukung pengeboran (associated drilling services) yang tersebar di berbagai wilayah operasi, mulai dari Sumatera hingga Papua.

‎Selain layanan rig, Pertamina Drilling juga menyediakan berbagai Non-Rig Services guna mendukung kelancaran operasional pengeboran secara menyeluruh.

‎Bidding & Business Performance Manager Pertamina Drilling, Ahmad Burhan Noviaris menjelaskan, bahwa seluruh layanan tersebut dirancang untuk saling terintegrasi demi meningkatkan efisiensi dan kinerja operasi.

‎“Seluruh kapabilitas ini kami integrasikan untuk memastikan efisiensi dan kinerja operasi pengeboran yang optimal,” kata Burhan Noviaris dalam keterangan tertulis kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (7/4/2026).

‎Tak hanya kapasitas nasional, di tingkat internasional, Pertamina Drilling juga menunjukkan eksistensinya melalui partisipasi dalam ajang Offshore Technology Conference (OTC) Asia 2026 yang digelar pada 31 Maret hingga 2 April 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.

‎Dalam forum industri migas tersebut, Pertamina Drilling mempresentasikan tema “Pertamina Drilling Capabilities Through Integrated Project Management”.

‎Di sisi pengembangan sumber daya manusia (SDM), lanjut Burhan, Pertamina Drilling memiliki Indonesia Drilling Training Center (IDTC) sebagai fasilitas pelatihan berstandar internasional yang dilengkapi simulator, rig nyata, serta peralatan lengkap.

‎Menurutnya, IDTC menghadirkan berbagai program pelatihan dan sertifikasi guna menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga kerja, baik dari aspek keselamatan, operasional, maupun profesionalisme di sektor pengeboran migas.

‎Burhan menambahkan, bahwa perusahaan juga mengembangkan konsep Integrated Project Management (IPM), yakni layanan terintegrasi yang menggabungkan berbagai keahlian, proses, serta teknologi dalam satu sistem.

‎Perusahaan milik negara ini juga turut menghadirkan Integrated Drilling Engineering Supervisory and Services (IDESS) sebagai solusi engineering dan supervisi terintegrasi.

‎Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah teknologi Extended Reach Reservoir Access (ERRA), yakni teknik pemboran terarah untuk meningkatkan perolehan minyak pada tahap Improved Oil Recovery (IOR) dan Enhanced Oil Recovery (EOR).

‎“Salah satu inovasi unggulan kami adalah teknologi Extended Reach Reservoir Access (ERRA), yang dirancang untuk meningkatkan perolehan minyak secara lebih efisien,” jelasnya.

‎Teknologi ini memungkinkan pembuatan saluran horizontal pendek sepanjang 45 hingga 80 kaki menuju reservoir dengan arah terkontrol dan terverifikasi melalui survei. ERRA juga mendukung berbagai metode stimulasi seperti acid stimulation, pemasangan slotted liner, logging, hingga penggunaan tracer.

‎Keunggulan lainnya, teknologi ini dapat dioperasikan menggunakan peralatan yang lebih ringan tanpa memerlukan rig besar, serta memiliki desain modular yang memudahkan mobilisasi.

‎Dari sisi kinerja, Burhan menyebut, ERRA mampu meningkatkan produksi minyak hingga lima kali lipat pada reservoir karbonat dan bahkan mencapai sepuluh kali lipat pada reservoir sandstone.

‎“ERRA menjadi solusi inovatif yang efisien dan fleksibel untuk mengakses sisa cadangan minyak, sekaligus menekan biaya operasional dibanding metode pengeboran konvensional,” pungkasnya.(fin)

Pos terkait