Waspadai Titik Macet Jalan Nasional Bojonegoro Mulai Baureno hingga Padangan

Jalan nasional Bojonegoro macet.
Penumpukan kendaraan cukup panjang terjadi di jalan nasional wilayah Bojonegoro tepatnya di pertigaan Clangap. Kemacetan terjadi mulai Minggu (22/3/2026) kemarin sampai hari ini.

SuaraBanyuurip.com – Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan melintasi jalan nasional di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada lebaran hari ke tiga, Senin (23/3/2026), harus mewaspadai sejumlah titik rawan macet.

Ada sejumlah titik rawan macet di jalan nasional mulai dari wilayah Bojonegoro timur hingga barat, di Kecamatan Baureno hingga Padangan. Penumpukan kendaraan terjadi cukup panjang akibat meningkatnya mobilitas masyarakat. Baik yang akan berkunjung untuk halal bi halal maupun pergi liburan ke obyek wisata.

Sejumlah titik rawan macet di jalur nasional di wilayah Bojonegoro rerata terjadi di traffic light (lampu pengatur lalu lintas). Yakni di wilayah Timur Bojonegoro mulai pertigaan Pasar Baureno, perempatan Pasar Sumbberejo, perempatan Balen, proliman Kapas, dan beberapa titik lampu merah di wilayah perkotaan.

Sementara di wilayah Bojonegoro barat titik rawan macet terjadi pertigaan Pasar Kalitidu, perempatan Clangap, pertigaan Purwosari, perempatan Pasar Banjarjo, dan perempatan Padangan.

Perempatan Padangan ini kerap terjadi penumpukan kendaraan panjang, karena jalur ini merupakan penghubung antar Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dan Kabupaten Ngawi.

Baca Juga :   Kejari Sidik Pengadaan Meubeler Disdikda

Selain perempatan Padangan, penumpukan kendaraan cukup panjang juga terjadi di pertigaan Clangap, Desa Sumengko, Kecamatan Kalitidu.

“Sudah mulai Minggu kemarin macet. Di pertigaan Clangap, macetnya sampai Gudang Bulog. Macetnya dari arah timur, kalau dari arah barat nggak seberapa,” ujar Eko, warga Kalitidu yang mengaku akan pergi ke Cepu untuk berlebaran.

Kondisi serupa disampaikan Totok, salah satu pengendara. Ia menuturkan penumpukan kendaraan juga terjadi proliman Kapas dan Balen.

“Macet cukup panjang. Harus hati-hati dan pelan-pelan,” ujarnya yang mengaku akan berlebaran ke saudara di Gresik, Senin (23/3/2026).

Untuk menghindari kemacetan di jalan utama nasional wilayah Bojonegoro, masyarakat bisa menempuh perjalanan melalui jalan poros kecamatan. Meskipun terjadi peningkatan arus kendaraan, namun kondisinya terpantau ramai lancar.

Jalan poros kecamatan di wilayah Bojonegoro bisa menjadi alternatif, karena saat ini kondisinya mantap, karena sudah dibangun rigid. Sehingga pengendara bisa lebih nyaman tidak terjebak kemacetan.(red)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Pos terkait