SuaraBanyuurip.com – Proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban menyalurkan bantuan 950 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di 6 desa Kecamatan Jenu. Bantuan itu disalurkan tim Project Early Work (EW) GRR Tuban, PT Pertamina Patra Niaga.
Keenam desa terdampak proyek Kilang Tuban yang menjadi sasaran bantuan sosial kemasyarakatan itu meliputi Desa Wadung, Sumurgeneng, Rawasan, Mentoso, Kaliuntu, dan Desa Beji.
Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wadung, Suwarno (40), mengapresiasi program sosial yang diselenggarakan oleh Proyek EW GRR Tuban.
“Semoga sinergi Pertamina Group dengan masyarakat selalu terjaga,” ujarnya.
Senada disampaikan Sulikin (42), perangkat Desa Sumurgeneng. Ia menggarisbawahi pentingnya program ini sebagai wujud nyata perhatian Pertamina Group untuk masyarakat sekitar proyek.
Sr. Project Manager EW Proyek GRR Tuban, Fajar Basuki, menegaskan komitmen tim EW Proyek GRR Tuban untuk hadir di tengah masyarakat dan turut berkontribusi dalam aspek sosial kemasyarakatan.
“Sebagai bagian dari keluarga Sub Holding Downstream Pertamina yang bertanggung jawab untuk mengelola lahan yang nantinya akan dibangun kilang GRR Tuban ini, kami memandang penting sekali untuk membina hubungan baik dengan para pemangku kepentingan di Tuban khususnya tetangga kami di Kecamatan Jenu ini,” ujar Fajar dalam keterangan resminya.
Fajar manambahkan, keberadaan tim Proyek EW GRR Tuban selain untuk memastikan kondusivitas area proyek, sekaligus juga dapat dapat memberikan nilai tambah kepada pemangku kepentingan Tuban.
“Kami berharap keberadaan kami tidak hanya untuk menjaga kondusivitas area proyek sebelum fase pembangunan nanti, (tetapi) lebih (dari itu) bahwa keberadaan kami di sini sekaligus sebagai upaya untuk menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan Tuban untuk nantinya di masa depan dapat berkolaborasi lebih kuat dalam fase eksekusi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, proyek Kilang Tuban dikelola oleh PT Pertamina Rosneft Pengolahan dan Petrokimia (PRPP). Proyek tersebit masih menunggu keputusan investasi akhir (Final Investment Decision/FID) dari Rosneft, perusahaan asal Rusia.
Proyek Kilang Tuban diperkirakan menelan investasi senilai US$13,5 miliar atau setara dengan Rp205,05 triliun.
Kilang Tuban dirancang sebagai salah satu kilang minyak tercanggih di dunia. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300 ribu barel per hari. Kilang Tuban akan menghasilkan 30 juta liter BBM per hari untuk jenis gasoline dan diesel.
Kilang Tuban merupakan proyek yang sangat strategis karena akan terintegrasi dengan kompleks industri petrokimia yang dapat mengolah material minyak bumi menjadi produk turunan petrokimia seperti styrene, polypropylene, polyethylene, serta produk aromatik.
Kilang Tuban akan memproduksi bahan bakar minyak (BBM) dengan kualitas Euro V (BBM ramah lingkungan). Proyek Kilang Tuban merupakan salah satu proyek terbesar dan paling penting dalam industri energi di Indonesia.
Penyerapan tenaga kerja di proyek Kilang Tuban bisa mencapai sebanyak 20.000 orang saat konstruksi berlangsung, dan 2.500 pada saat mulai Kilang Tuban mulai beroperasi.(red)



