SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Sebanyak 41 calon pekerja proyek Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, resmi memulai pelatihan di Health Safety Security Environment (HSSE) Demo Room Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, Selasa (19/3/2019).
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban belum lama ini.
Ke 41 peserta training calon tenaga kerja Kilang Tuban terdiri dari 31 orang tenaga security dan 10 orang safety.
Pejabat sementara Cepu Field Manager, Adam Maryanto menjelaskan rencana training yang diberikan mengenai corporate life saving rules 15 elemen.
Sebelumnya para peserta training diberikan pre test-uji tingkatkan pengetahuan terhadap materi yang akan diberikan, dan di akhir juga diberikan post test untuk mengetahui tingkat pemahaman setelah diberikan materi.
“Semoga semua peserta lulus dengan membawa sertifikat HSSE,” harapnya.
Senior Vice President HSSE Corporate Pertamina Persero, Lelin Eprianto, menyampaikan peserta pelatihan harus mengetahui bisnis Migas yang dijalankan Pertamina memiliki resiko tinggi, modal besar, dan teknologi tingi.
“Karena resiko tinggi, maka Pertamina memastikan semua pekerjanya harus selamat,” pesannya.
Dibandingkan industri yang tidak memiliki resiko tinggi, lanjut dia, bisa jadi keselamatan menjadi nomor sekian. Berbeda dengan Pertamina, jika resiko tidak ditekan maka perusahaan bisa menjadi rugi.
“Nyawa manusia tidak bisa diganti, maka mulai security, safety man, HSSE atau apapun harus selamat,” tegasnya.
Selain itu, dalam pelatihan ini ada istilah demo room. Berdirinya gedung ini bukan tiba-tiba. Pertamina mempelajari dari total insiden-insiden kecelakaan kemudian dianalisa selama enam tahun.
Ternyata dalam kontek analisa itu yang menjadi penyebab yaitu tenaga kerja outsorcing. Mereka celaka karena ada gap kompetensi. Oleh karena itu, Pertamina ingin membantu meningkatkan kompetensi untuk meminimalisir resiko.
“Jadi kita bangun demo room se-Indonesia itu ada 11 unit,” ucapnya.
Demo room berisi corporate life saving rool/cara hidup selamat. Modul yang diajarkan bukan sekadar teori, tapi ada gambar, video, dan ada bentuk barangnya. Harapannya para peserta memperoleh standart minimum, kemudian dikasih pasport HSSE.
“Inilah komitmen Pertamina supaya semuanya selamat. Caranya dikasih ilmu dan pelatihannya gratis,” tegasnya.
Kepala Bidang Pelatihan dan Penampatan Tenaga Kerja Dinas PM PTSP dan Naker Tuban, Haris Takdir, mengucapkan terimakasih ke Pertamina yang telah mengadakan pelatihan untuk warga desa terdampak Kilang Tuban.
“Peserta harus tekun dan serius mengikuti pelatihan ini. Karena akan menjadi garda depan untuk keberlanjutan proyek Kilang Tuban,” pesannya.
Salah satu peserta pelatihan, Zaenal Abidin antusias mengikuti pelatihan di Cepu. Dia akan mengoptimalkan kesempatan ini untuk mendapatkan ilmu, pengalaman, sekaligus HSSE pasport.
“Terimakasih Pertamina karena memberi kesempatan saya ikut berlatih,” pungkasnya. (ams)



