SuaraBanyuurip.com – Sasongko
Bojonegoro – Harga jual hasil panen petani di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini membawa kebahagiaan bagi para petani, termasuk di Desa Butoh, Kecamatan Ngasem.
Saat ini, petani di desa pinggiran hutan tersebut tengah memasuki masa panen raya jagung. Harga jagung pipilan kering tercatat mencapai Rp4.300 hingga Rp4.500 per kilogram, meningkat signifikan dari tahun lalu yang hanya berkisar Rp3.300 per kilogram.
Salah satu petani Desa Butoh, Paenah, mengungkapkan rasa syukurnya atas kenaikan harga tersebut. Menurut Paenah, kondisi ini sangat membantu meningkatkan perekonomian petani.
“Tahun ini harga jagung cukup bagus, Rp4.300 sampai Rp4.500 per kilogram. Kalau tahun lalu hanya sekitar Rp3.300 per kilogram,” kata Paenah kepada Suarabanyuurip.com, Minggu (26/4/2026).
Diharapkan harga jagung dapat terus stabil, atau minimal tidak mengalami penurunan, agar kesejahteraan petani tetap terjaga.
”Tentu senang harganya naik. Semoga harga stabil, dan tidak turun,” imbuhnya.
Hal serupa disampaikan petani lainnya, Kiswati. Dia berharap tren positif harga hasil panen dapat berlanjut sehingga mampu meningkatkan taraf hidup para petani.
“Jagung biasanya langsung dibeli tengkulak dalam bentuk pipilan, jadi tidak perlu diantar. Berapa pun hasilnya tetap disyukuri, yang penting tidak merugikan orang lain,” ujarnya.
Kenaikan harga jagung ini menjadi angin segar bagi petani, khususnya di tengah berbagai tantangan sektor pertanian.
”Harapannya kalau harga hasil panen petani terus naik, tentu akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya.(ko)
Harga Jagung Naik, Petani Bojonegoro Sumringah





