Petani Tepian Hutan Bojonegoro Masuki Panen Raya Padi ‎

Petani panen padi
Petani sekitar tepian hutan turut wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, sedang beraktivitas memanen padi.

SuaraBanyuurip.com – Arifin Jauhari

Bojonegoro – Sebagian petani sekitar tepian hutan turut wilayah Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, kini mulai masuki masa panen raya padi. Panen tahun ini dirasa mereka lebih baik dibandingkan setahun lalu, karena selain kebutuhan pupuk tercukupi, serangan hama juga minim.

‎“Tahun ini tanaman padi petani tepian hutan tergolong bagus-bagus. Serangan hama hampir tidak ada, kalaupun ada jenis hamanya hanya emprit dan hama lainnya juga mudah dibasmi,” kata Dianto, petani Desa Butoh, Kecamatan Ngasem, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (08/01/2026).

‎Panen padi awal tahun 2026 ini, lanjut Dianto, hanya bagi petani yang tanam dengan pola rancah. Sedangkan yang pola tanam tandur belum ada yang panen.

‎“Untuk luas lahan saya lupa, hanya satu kedok lahan. Biasanya hanya dapat 10 sak, sekarang dapat 12 sak dengan bijinya bagus,” ujarnya.

‎Segendang seirama diungkapkan, Wati. Petani tepian hutan lainnya ini mengaku, selain hasil panen meningkat, bulir padinya juga cukup bagus. Menurutnya, hasil memuaskan panen tahun ini tak lepas dari kebutuhan pupuk tercukupi, dan serangan hama juga minim.

‎”Jikapun ada serangan hama, pembasmiannya mudah tidak seperti tahun lalu. Rata-rata hamanya burung emprit, kalau mau sabar dan aktif nunggu di lahan pertanian amprit juga bisa diatasi,” katanya.

‎Disinggung soal harga jual gabah sekarang. Dia mengaku tidak tahu, karena tidak pernah menjual gabah hasil panen. Gabah yang didapat selalu disimpan, jikapun jual berupa beras.

‎“Saya tidak pernah jual gabah hasil panen, jadi harganya berapa per kilogram tidak tahu, Pak. Alhamdulillah hasil panen tahun ini ada peningkatan dibandingkan tahun lalu, sehingga bisa buat menyambung hidup keluarga,” ucapnya.

‎Dia berharap, pemerintah tetap memperhatikan kebutuhan para petani, seperti pupuk dan lainnya tercukupi. Sehingga pada waktunya pemupukan tidak terlambat.

‎”Semoga saja pupuk selalu mudah didapatkan, dan harga hasil panen petani bagus. Sehingga ekonomi para petani bisa terangkat,” tandasnya.(fin)

Pos terkait